BPN Prabowo Sandi Ungkap Fakta Kecurangan, Tolak Hasil Hitungan KPU Hingga Klaim Menang 54,24%
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi menepati janjinya untuk menggelar acara untuk mengngkap fakta kecurangan di pemilu 2019 in.
Padahal, total TPS pada Pemilu 2019 di seluruh Indonesia mencapai 810.329 TPS.
Sementara data mentah dokumen C1 yang sudah dikumpukan BPN berjumlah 1.411.382.
"Posisi ini diambil dari total 444.976 TPS atau 54,91 persen. Sudah melebihi keperluan dari ahli statistik untuk menyatakan data ini sudah valid," kata dia.
Berdasar perhitungan itu, kata Laode, Prabowo-Sandi telah memenangkan Pemilu 2019.
5. BPN tolak perhitungan suara KPU

Selain memaparkan jumlah suara yang didapat Prabowo-Sandi, BPN juga menyatakan, menolak hasil perhitungan suara Pilpres 2019 yang dilakukan KPU.
Alasannya, BPN mengklaim telah terjadi banyak kecurangan yang merugikan pihaknya pada Pilpres 2019.
"Berdasarkan hal tersebut, kami BPN Prabowo-Sandi bersama rakyat Indonesia yang sadar hak demokrasinya menyatakan, menolak hasil perhitungan suara dari KPU RI yang sedang berjalan," kata Ketua BPN Djoko Santoso.
Dalam acara tersebut, tim teknis BPN menyampaikan pemaparan mengenai berbagai kecurangan yang terjadi sebelum, saat pemungutan suara, dan sesudahnya.
Di antaranya adalah permasalahan daftar pemilih tetap fiktif, politik uang, penggunaan aparat, surat suara tercoblos hingga salah hitung di website KPU.
Menurut Djoko Santoso, permasalahan itu sudah dilaporkan oleh BPN sejak awal, tapi tak pernah ditindaklanjuti.
6. BPN putar video klaim kecurangan Pemilu 2019
BPN memutar video yang diklaim sebagai temuan kecurangan Pemilu 2019 di wilayah Bekasi, Jawa Barat.
Dalam video berdurasi kurang lebih 3 menit itu, istri Eks Danjen Kopassus tampak berbicara kepada sejumlah orang berseragam kepolisian.
Tampak pula gambar tumpukan kotak suara.