Pengakuan Keluarga Wanita Terduga Perekam dan Penyebar Video Penggal Kepala Jokowi
Pengakuan Keluarga Wanita Terduga Perekam dan Penyebar Video Penggal Kepala Jokowi. SImak DIsini
Pengakuan Keluarga Wanita Terduga Perekam dan Penyebar Video Penggal Kepala Jokowi
TRIBUNBATAM.id, BEKASI - Keluarga IY, terduga perekam dan penyebar video penggal kepala Jokowi berharap proses hukum dapat segera selesai.
Hal ini diungkapkan Hilary (20) anak kandungnya, Rabu (15/5/2019).
1. IY Tidak Tahu Kalimat yang Diucapkan HS
Hilary saat dijumpai di kediamannya menambahkan, dalam kasus ini ibu benar-benar tidak mengetahui ada kalimat-kalimat kasar yang diucapkan HS, tersangka pengancam penggal kepala Jokowi yang vidoenya direkam Ina saat aksi di depan kantor Bawaslu RI.
• Putri Gusdur, Yenny Wahid Minta Para Elit Tidak Membenturkan Rakyat dan Memprovokasi
2. Tidak Pernah Sebarkan di Media Sosial
Hilary bercerita sejak tahu video tersebut viral, ibunya tidak pernah merasa menyebarkan ke media sosial seperti facebook, twitter atau instagram.
"Mamah saya cuma kirim video ke dua grup WA (whatsapp) relawan buat dokumentasi, jadi mamah saya enggak tahu dia (HS tersangka ancam penggal kepala Jokowi) ngomong apa, sebelum lihat videonya mamah udah share (bagikan) ke grup whatsapp," kata Hilary.
• UPDATE Hasil Real Count KPU Pilpres 2019 Kamis (16/5) Pagi Data Masuk 83,93% Suara Jokowi vs Prabowo
3. Kalimat di Video Bukan untuk Mengiyakan yang Dilontarkan HS
Hilary menambahkan, dalam kalimat di video viral tersebut yang diungkapkan ibunya, saat itu bukan bermaksud untuk mengiyakan apa yang dilontarkan HS.
"Mamah saya kira dia itu lagi ngomong apa dan mamah saya kan ada tante Ana di belakang, nah tante itu ngomong mau bikin perubahan Indonesia agar lebih baik dan mamah saya ikut bantu aminkan," ujar Hilary.
• BPN Prabowo-Sandi Tak Akan Tempuh Jalur MK, Bima Arya: Kalau Bukan Hukum Berbicara, Mau Gimana Lagi?
4. IY Tidak Mengenal HS
Dia juga menegaskan, ibunya tidak mengenal sama sekali dengan HS.
Hilary mengatakan, ibunya semenjak musim pemilu aktif sebagai relawan dan saksi di tingkat kecamatan untuk Capres/Cawapres nomor urut 02.
Adapun saat ikut berdemonstrasi, Ina berangkat dari rumah seorang diri dan bertemu dengan kordinator relawan bernama Ana.
"Mamah emang aktif jadi saksi sama relawan, waktu itu dari sini berangkat sendiri dan di sana ketemu sama tante Ana, dia orang Bogor, jadi dua grup whatsapp itu pertama grup saksi kecamatan terus yang kedua grup relawan itu dari luar kota juga ada nah adminnya tante Ana," jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pengakuan-keluarga-wanita-terduga-perekam-dan-penyebar-video-penggal-kepala-jokowi.jpg)