BATAM TERKINI

Satu Bulan Paket Kiriman Tak Diambil dari JNE, Ternyata Isinya Narkoba Pakai Alamat Fiktif

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri memusnahkan barang bukti Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat 3,2 Kg.

Satu Bulan Paket Kiriman  Tak Diambil dari JNE, Ternyata Isinya Narkoba Pakai Alamat Fiktif
TRIBUNBATAM.di
BNN Provinsi Kepri memusnahkan narkoba. Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kepri, Kombes Bubung menunjukkan barang bukti beserta tersangka kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu, Kamis (23/5). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau memusnahkan barang bukti Narkotika Golongan I jenis Sabu seberat 3,2 Kg yang diamankan dari 6 tersangka peredaran gelap jaringan Narkoba.

Mewakili Kepala BNNP Kepri, Brigjen Richard Nainggolan, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kepri, Kombes Pol Bubung Pramiadi menjelaskan pemusnahan narkoba jenis sabu ini dengan cara dibakar menggunakan mesin Incenerator dan disaksikan sejumlah perwakilan dari Kejaksaan Negeri Batam, Polda Kepri, Bea dan Cukai Batam hingga Bandara Hang Nadim Batam dan Dirpam BP Batam.

“Penindakan dan pemusnahan barang bukti narkoba ini bertujuan menyelamatkan jutaan anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” kata Bubung , Kamis (23/5/2019).

Keempat kasus yang dimaksud yang pertama, pengungkapan di KFC Pasar Fanindo Tanjung Uncang, Kecamatan Batuaji, Batam, Provinsi Kepri, pada Rabu (10/4/2019). Dalam kasus ini petugas mengamankan pria berinisial R (31) bersama barang bukti Sabu seberat 2.135 gram.

Kasus kedua, kata Bubung, petugas BNN Provinsi Kepulauan Riau melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki berisial K (37) beserta sabu seberat 213 gram yang disimpan dalam sebuah kotak berwarna putih.

“Setelah dilakukan pengembangan dari tersangka K, petugas berhasil mengamankan tiga tersangka lagi AA, dan dua wanita berinisial M dan S dengan barang bukti 2 bungkus plastik bening sabu seberat 700 gram. Sehingga, total sabu yang di sita petugas sebanyak 913 gram dengan empat orang tersangka,” tegasnya.

Kasus ketiga, penemuan narkoba yang dikirimkan melalui jasa pengiriman barang dari Batam ke Ranai, Natuna, Kamis (11/1/2019). Narkoba jenis sabu yang dibungkus dalam paket berisi pakaian ini diketahui memiliki berat 74,4 gram.

Turis di Bintan Bebas Cacar Monyet, Dinas Kesehatan dan KKP Pasang Alat Deteksi di Pelabuhan

Polisi Tes Urin 257 Pelaku Kerusuhan Aksi 22 Mei di Jakarta, 4 Orang Diantaranya Positif Narkoba

Mega Mall Gelar Midnight Sale, Pengunjung Dapat Dobel Kupon Berhadiah Mobil

“Yang paket ini, merupakan temuan yang dilaporkan dari pemilik jasa pengiriman (JNE). Mereka mengaku curiga atas paket yang sudah satu bulan tidak diambil oleh pemiliknya. Setelah ditelusuri dan berkoordinasi dengan satuan Narkoba Polres Natuna ternyata barang tersebut berisi sabu, sementara alamat dan pengirim yang tercantum fiktif,” jelasnya.

Kasus keempat, petugas di Bandara Hang Nadim Batam mengamankan seorang pria berinisial A (42) WNI, karena diduga melakukan upaya penyeludupan narkoba jenis sabu seberat bruto 319 gram, yang dikemas dalam 4 bungkus plastik bening dengan cara disembunyikan di dalam anus.

“Atas perbuatannya, para pelaku akan dibidik dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 (1), Pasal 111 ayat (2), Pasal 115 ayat (2) junto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal pidana mati,” tuturnya. (arg)

Penulis: Argianto
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved