Antrean Maut Menuju Puncak Everest Telah Memakan Korban 11 Orang Musim Ini

Jumlah pendaki yang tewas oleh kebekuan Gunung Everest sudah 11 orang pada musim pendakian tahun ini akibat antrean panjang yang menyiksa di puncak.

AFP/PROJECT POSSIBLE
Antrean di puncak Gunung Everest yang sangat berbahaya. Musim pendakian tahun ini sudah menelan kmorban 11 orang. 

"Dengan rute tunggal menuju puncak, penundaan yang disebabkan kepadatan terbukti fatal," lanjutnya.

Tingginya angka kematian kadena selama pekan yang dimulai pada 20 Mei 2019, kerumunan pendaki terjebak dalam antrean menuju puncak, di kamp dengan ketinggian 8.000 meter.

Puncak Gunung Everest berada di ketinggian 8.848 meter.

Kebanyakan pendaki hanya dapat menghabiskan waktu beberapa menit di puncak tanpa suplai oksigen tambahan.

Terbatasnya waktu pendakian akibat cuaca buruk memicu antrean panjang sejumlah orang yang ingin mencapai gunung tertinggi di dunia.

Pendaki asal Iggris, Robin Haynes Fisher, menjadi salah satu yang tak mampu bertahan.

Sebelum meninggal pada Sabtu (25/5/2019), dia memperingatkan soal kepadatan di puncak Everest pada unggahan terakhirnya di media sosial.

Fisher diyakini meninggal dunia akibat penyakit ketinggian atau altitude sickness ketika berada pada ketinggian 8.600 meter, setelah turun dari puncak.

"Saya berharap untuk menghindari keramaian pada hari puncak dan sepertinya sejumlah tim mendorong ke puncak pada tanggal 21," tulisnya di Instagram pada 13 Mei lalu.

"Dengan rute tunggal menuju puncak, penundaan yang disebabkan kepadatan terbukti fatal," lanjutnya.

Pada pekan yang dimulai pada 20 Mei, kerumunan pendaki terjebak dalam antrean menuju puncak pada ketinggian 8.000 meter.

Selain itu ada satu orang Nepal, empat warga India, seorang warga Austria dan Amerika Serikat juga meninggal dunia atau hilang.

Seorang petugas jasa perjalanan setempat mengatakan kepada AFP, seorang warga India bernama Nihal Ashpak Bhagwan tutup usia karena kelelahan setelah terjebak antrean selama lebih dari 12 jam.

Sebelumnya, Nepal mengeluarkan 381 izin yang masing-masing seharga 11.000 dollar AS atau sekitar Rp 158 juta untuk musim pendakian musim semi kali ini.

Setiap pendaki yang berizin dibantu setidaknya satu sherpa atau pemandu. Namun, dengan pendeknya waktu pendakian akibat cuaca buruk, antrean sejumlah pendaki yang ingin mencapai puncak selalu meningkat setiap hari.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved