BERITA KARIMUN

Libur Idul Fitri, Dokter di Puskesmas Tanjung Balai Karimun Tetap Bekerja 24 Jam

Dokter, bidan dan perawat juga dipastikan ada saat cuti bersama dan lebaran. Mereka bekerja akan dibagi ke dalam tiga shift yakni pagi, sore dan malam

Libur Idul Fitri, Dokter di Puskesmas Tanjung Balai Karimun Tetap Bekerja 24 Jam
TRIBUN BATAM
Suasana pelayanan di Puskesmas Tanjung Balai Karimun 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Puskesmas Tanjungbalai Kabupaten Karimun, Kepri memastikan tetap memberikan pelayanan saat cuti bersama dan cuti lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah.

Kepala Puskemas Tanjungbalai Karimun, dr Ade Kristiawan mengatakan, pihak tetap melayani selama 24 jam saat cuti bersama dan cuti lebaran mulai 1-9 Juni 2019.

Dokter, bidan dan perawat juga dipastikan ada saat cuti bersama dan lebaran. Mereka bekerja akan dibagi ke dalam tiga shift yakni pagi, sore dan malam.

Menu Rendang Khas Padang, Menu Lezat yang Bisa Disajikan di Hari Raya Idulfiri Bersama Keluarga

Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2019, Unggah Video di Youtube

"Kami tetap melayani 24 jam selama cuti bersama mulai 1-9 Juni. Masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan, keluhan apa saja, silakan datang, gawat darurat, laka lantas, umum, kami akan layani 24 jam," kata dr Ade Kristiawan kepada tribunbatam.id, Senin (3/6/2019).

Ade juga mengatakan, bagi warga yang ingin mendapatkan layanan ambulans, pihaknya menyiapkan supir ambulans yang siap siaga selama 24 jam.

OYO Hotels & Homes Batam Luncurkan Promo OYOsilaturahmi

Agar Tak Digunakan Mudik, Bupati Ini Kandangkan 245 Mobil Dinas Pejabat, Tersisa Cuma Mobil Ambulans

"Bagi ibu-ibu yang mau melahirkan juga ada, jangan khawatir. Pasien BPJS, SKTM, Jamkesda kami juga melayani," ujar Ade.

Ada yang menarik yakni Puskesmas Tanjungbalai Karimun akan menggratiskan pengobatan bagi pasien yang mengaku tidak mampu dan tidak memiliki jaminan.

Ade mengatakan, kebijakannya itu sudah mendapat dukungan dari Pemkab Karimun dan Dinas Kesehatan meski tidak secara tertulis.

"Kami berprasangka baik saja, kalau ada pasien yang mengaku tidak punya uang, kami tidak akan usut, kami ikhlaskan saja. Kalau bohong biar lah itu menjadi urusan mereka dengan Allah SWT," kata Ade.

Kebijakan itu sudah ia terapkan sejak pertama kali menduduki jabatan sebagai Kepala Puskesmas Tanjungbalai Karimun sekitar tahun 2009.

Dalam satu hari, Ade mengatakan ada 1-2 orang pasien yang pihaknya berikan pengobatan gratis.

Pemberian layanan gratis tersebut tidak hanya bagi pasien berdomisili di Kecamatan Karimun tapi juga berlaku bagi warga di luar Kecamatan Karimun.

"Pegawai itu apalagi dokter dan perawat harus punya niat melayani tanpa pamrih. Saya sudah sampaikan ke staf di puskemas dan alhmadulillah, mereka support kebijakan saya," kata Ade.

(tribunbatam.id/rachta yahya

Editor: Aminnudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved