Sultan Brunei Pastikan Tidak Akan Terapkan Hukuman Mati pada LGBT

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mengatakan, moratorium hukuman mati yang sudah berlaku untuk hukum pidana juga akan diperluas ke hukum syariah

Sultan Brunei Pastikan Tidak Akan Terapkan Hukuman Mati pada LGBT
tribunnews.com
Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah. 

"Ini benar-benar tidak mengubah apapun," Matthew Woolfe, pendiri kelompok hak asasi The Brunei Project.

Kaum Homo Ketakutan, Mulai Hari Ini Brunei Darussalam Terapkan Hukuman Rajam LGBT Hingga Tewas

Terus Disorot Soal Hukuman Rajam Bagi LGBT dan Zina, Sultan Kembalikan Gelar Kehormatan Oxford

"Pengumuman ini tidak melakukan apa-apa untuk mengatasi banyak masalah hak asasi manusia lainnya tentang (kode syariah)."

Hukuman maksimum untuk hubungan seks gay antara pria di bawah hukum syariah adalah hukuman mati dengan dilempari batu (rajam).

Tetapi pelaku juga dapat dijatuhi hukuman penjara yang panjang atau hukuman cambuk.

Wanita yang dihukum karena melakukan hubungan seksual dengan wanita lain menghadapi 40 pukulan cambuk atau hukuman penjara maksimum 10 tahun.

Mencambuk dan hukuman penjara, serta memotong anggota badan untuk pencurian, di bawah kode baru tidak terpengaruh oleh pengumuman sultan.

Tidak jelas seberapa jauh hukuman syariah lain akan ditegakkan.

Sultan juga bersumpah dalam pidatonya Brunei akan meratifikasi konvensi PBB menentang penyiksaan yang ditandatangani beberapa tahun lalu.

Phil Robertson, wakil direktur Asia untuk Human Rights Watch, mengatakan bahwa “seluruh undang-undang yang menyalahgunakan hak asasi manusia yang harus dihapuskan."

Stigma LGBT masih kuat

Halaman
123
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved