Kamis, 28 Mei 2026

Perang Dagang AS vs China Untungkan Indonesia, Ekspor Sepatu ke AS Melonjak

Produsen sepatu Indonesia diuntungkan karena pembuat sepatu China mulai memangkas produksinya akibat perang perdagangan AS vs China

Tayang:
South China Morning Post
Produksi sepatu di China memangkas produksi akibat perang dagang AS vs China. Indonesia dan Korea Selatan mengisi celah yang kosong. 

Analis memperkirakan bahwa ekspor alas kaki Indonesia akan tumbuh dari US $ 5,3 miliar pada tahun 2018 menjadi US $ 6,5 miliar tahun ini, atau naik 23 persen, dan diperkirakan akan mencapai US $ 10 miliar dalam empat tahun ke depan.

Ratusan perusahaan mode dan alas kaki Amerika terus melobi AS untuk memberlakukan tarif baru sebagai bagian dari perselisihan hampir satu tahun antara AS dan Cina.

Secara keseluruhan para pengusaha mengeluh karena perang dagang ini menampar tarif ratusan miliar dolar pada impor dari masing-masing negara.

Pembuat sandal kasual Crocs asal China mengatakan, pekan ini mereka terpaksa memotong volume sepatu dan aksesori yang diproduksi di China untuk pasar AS lebih dari dua pertiga untuk tahun berikutnya.

Crocs termasuk dalam daftar produsen raksasa sepatu dan pakaian yang terus tumbuh, seperti Caleres dan Deckers.

Namun, kebijakan tarif yang diluncurkan Washington membuat mereka harus menahan produksi karena penerapan tarif oleh AS akan menghantam hampir semua barang asal Cina.

Sejauh ini, tarif kumulatif China telah menghentikan ekspor sebesar US $ 250 miliar ke AS dan posisinya kini berada di tempat kedua, di belakang Uni Eropa, kata analis JPMorgan.

Pemasok dari negara-negara di Asia, Uni Eropa dan juga Meksiko, kata Shatil, mulai mengisi kekosongan tersebut, mengambil sekitar 88 persen dari pangsa pasar AS yang hilang ditinggalkan China.

Lebih mengejutkan lagi, China juga telah menghentikan ekspor produk-produk yang belum masuk daftar tarif, seperti komoditas, bahan kimia, teknologi dan kategori elektronik lainnya ke AS.

perang dagang China vs Amerika Serikat
perang dagang China vs Amerika Serikat ()

Indonesia dan Korea Selatan telah menyumbat celah untuk alas kaki dan tekstil, sementara Taiwan untuk mesin dan peralatan, tiga produk yang paling memukul China.

Tetapi, Waluyo mengatakan bahwa dampak perang dagang ini memukul perekonomian Indonesia secara keseluruhan karena Cina dan AS juga berusaha untuk mengalihkan ekspor produksi mereka ke seluruh dunia. .

Akibatnya, terjadi kelebihan pasokan komoditas tertentu yang akan menyebabkan harga global menjadi turun dan yang pada gilirannya akan merugikan ekspor produk-produk ini di Indonesia.

"Jika pertumbuhan ekonomi di semua negara berkembang moderat atau datang lebih rendah dari ekspektasi, maka itu pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan global secara keseluruhan," kata Waluyo.

"Sekitar 30 persen dari total perdagangan Indonesia berasal dari AS dan China, sekitar 10 persen dengan AS dan sekitar 20 persen dengan China," katanya.

Mengenai ekonomi Indonesia yang lebih luas, Waluyo mengatakan kebijakan moneter Bank Indonesia menyebutkan bahwa mereka masih menunggu apa yang kemungkinan terjadi.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved