Harga Tiket Masih Tetap Mahal, Presiden Ingin Undang Maskapai Asing, Fadli Zon: Itu Keliru, Mengapa?

Hingga saat ini, permasalahan tersebut belum juga diselesaikan secara tuntas oleh pemerintahan Jokowi Wido dan Jusuf Kalla.

Harga Tiket Masih Tetap Mahal, Presiden Ingin Undang Maskapai Asing, Fadli Zon: Itu Keliru, Mengapa?
KOMPAS.com/JESSI CARINA
Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon 

Jadi, naiknya harga tiket pesawat di Indonesia justru terjadi pada periode ketika harga avtur turun.

Bahkan, maskapai-maskapai penerbangan yang tergabung dalam Indonesia National Air Carriers Association (INACA) pada Februari lalu mengakui bahwa kenaikan harga tiket memang tak berkaitan dengan avtur.

"Jadi, dari mana Presiden mendapatkan informasi bahwa kenaikan harga tiket akibat harga avtur?" katanya.

Dia menilai bahwa rendahnya harga tiket pesawat sebelum ini sebenarnya terjadi bukan karena efisiensi, melainkan karena praktik perang tarif yang dilakukan industri penerbangan.
Maskapai tak bisa melanjutkan perang tarif sejak kurs rupiah terus merosot terhadap dollar, yang membuat biaya operasional jadi melonjak.

Terbukti, kinerja keuangan semua maskapai domestik sejak 2017 lalu memang cenderung memburuk.

Garuda Indonesia, misalnya, hingga akhir kuartal III 2017 mencatatkan kerugian US$110,2 juta.

Selain Garuda, Air Asia Indonesia juga mengalami kinerja keuangan serupa.

Pada kuartal III 2018, Air Asia menderita kerugian Rp639,16 miliar atau membengkak 45 persen year on year (yoy).

Saat ini angkanya, menurut Kementerian Perhubungan, bahkan telah mencapai Rp1 triliun.

Tahun ini juga tak ada satupun maskapai yang mencatatkan keuntungan.

Halaman
123
Editor: Thom Limahekin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved