Limbah dalam Puluhan Kontainer Terus Jadi Polemik, BC: Masih Tunggu Uji Laboratorium, Sampai Kapan?

Pemeriksaan puluhan kontainer yang diduga mengandung limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) masih terus dilakukan tim gabungan.

Limbah dalam Puluhan Kontainer Terus Jadi Polemik, BC: Masih Tunggu Uji Laboratorium, Sampai Kapan?
TRIBUNBATAM
Tim Surveyor, BC, daan KLH mengecek kontainer berisi sampah plastik di Pelabuhan Batuampar Batam, Rabu (19/6/2019) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemeriksaan puluhan kontainer yang diduga mengandung limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) masih terus dilakukan tim gabungan.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Sumarna mengatakan, hingga saat ini proses pemeriksaan masih terus dilakukan oleh tim.

Tim terdiri dari Kementerian Bidang Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam dan Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai Batam.

Selain pemeriksaan fisik juga dilakukan uji laboratorium.

"Sedang proses pemeriksaan fisik. Sekaligus uji laboratorium juga sudah dilakukan. Saat ini kami masih menunggu hasilnya,"ujarnya, Rabu (19/6/2019).

Diakuinya hingga sekarang pihaknya belum bisa memastikan apakah puluhan kontainer tersebut mengandung limbah B3 atau tidak.

"Apakah tercemar limbah B3 atau tidaknya, kita masih menunggu hasil laboratoriumnya. Setelah hasilnya keluar, kita telaah lebih lanjut dan nantinya akan kita umumkan," tutur Sumarna.

Jika terbukti melakukan impor sampah atau limbah B3, maka pihak importir dapat dijerat dengan Undang-Undang (UU) 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sehingga dapat terancam pidana sebagaimana Pasal 39 ayat (1) dan ayat (2) dengan hukuman paling sedikit tiga tahun dan paling lama 12 tahun dan denda antara Rp100 juta sampai dengan Rp5 miliar.

Selain itu, dengan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Sampah pelaku dianggap melanggar Pasal 98, Pasal 104, sehingga bisa diancam dengan Pasal 105 dan Pasal 107.

Pelaku juga melanggar Konvensi Basel yang telah diratifikasi melalui Perpres Nomor 47 Tahun 2005 dan melanggar Permendag Nomor 31/M-Dag/per/5/2016 tentang ketentuan import limbah Non-B3.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan wakilnya Amsakar mengecek kontainer di Batu Ampar menyusul ada pesan berantai yang menyebut ada kontainer bermuatan limbah, Jumat (14/6/2019).
Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan wakilnya Amsakar mengecek kontainer di Batu Ampar menyusul ada pesan berantai yang menyebut ada kontainer bermuatan limbah, Jumat (14/6/2019). (TRIBUNBATAM.id/Dewi Haryati)
Halaman
1234
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved