Sabtu, 18 April 2026

Pejabat Militernya Dituding Tembak Malaysia Airlines MH17, Ini Reaksi Rusia

Tuduhan yang benar-benar tidak berdasar dilakukan terhadap pihak Rusia, yang bertujuan mendiskreditkan Federasi Rusia di mata masyarakat internasional

AFP
Tim Penyelidik Internasional merilis empat tersangka yang diduga bertanggung jawab menembak Malaysia Airl;ines MH17. Keempatnya adalah Igor Gerkin, Sergey Dubinsky, Oieg Pulatov asal Rusia dan Leonid Kharchenko asal Ukraine. Keempatnya diketahui pejabat militer Rusia dan intelijen 

Dari temuan ini, meskipun belum terungkap motifnya, namun dapat diduga bahwa hal itu dilakukan untuk mendiskreditkan Ukraina.

Selain menolak bergabung dengan tim investigasi, Kementerian Pertahanan Rusia, September 2018 merilis informasi untuk mendukung klaim bahwa misil yang menjatuhkan Malaysia Airlines MH17 pada 2014 ditembak oleh militer Ukraina.

Dalam sebuah jumpa pers, Kemenhan Rusia merilis nomor seri misil BUK yang merontokkan pesawat Boeing 777 itu.

Kemenhan Rusia mengatakan, misil itu dibuat dan dikirim ke Ukraina di masa Uni Soviet dan tidak dikembalikan ke Rusia setelah Uni Soviet bubar.

Rusia terus membantah telah bertanggung jawab atas tragedi itu dan membeberkan sejumlah teori bahwa Kiev yang menjadi dalang penembakan.

"Misil dengan nomor seri 886847379 diproduksi untuk sistem pertahanan BUK pada 29 Desember 1986. Misil itu dikirim dengan kereta api militer dengan nomor 20152," kata seorang pejabat Kemenhan Rusia, Nikolai Parshin kepada kantor berita RIA Novosti.

Nikolai menambahkan, unit militer yang menerima misil itu berbasis di Ukraina, yang waktu itu masih menjadi bagian Uni Soviet.

Lebih jauh Nikolai menambahkan, informasi soal nomor seri misil dan pengangkutannya ke Ukraina sebenarnya masuk katagori "amat rahasia".

"Setelah Uni Soviet pecah, misil itu tidak dibawa kembali ke Rusia dan menjadi milik angkatan bersenjata Ukraina," lanjut Nikolai.

Malaysia Airlines MH17
Malaysia Airlines MH17 (BBC Indonesia)

Pemerintah Rusia mengatakan, mereka telah mengirimkan informasi soal misil ini kepada para penyidik yang berada di Belanda.

Kemenhan Rusia juga membantah kebenaran rekaman video yang digunakan komisi investigasi internasional untuk menunjukkan misil tersebut dipindahkan ke wilayah Ukraina yang dikuasai pemberontak.

Usai tragedi itu, Uni Eropa menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia dengan alasan bahwa pemberontak Ukraina yang didukung Rusia menjadi pelaku penembakan MH17.

Seorang penyidik Belanda mengatakan, tim pencari fakta menyimpulkan pesawat itu ditembak misil BUK dari sebuah brigade militer Rusia yang berposisi di barat daya kota Kursk.

Pada Mei lalu, Belanda dan Australia secara terang-terangan menuding Rusia berada di balik penembakan tersebut. (*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved