Breaking News:

Moeldoko Lawan Langkah Panglima TNI dan Menhan, Begini Isi Kritik Moeldoko kepada Keduanya

Kivlan merupakan tersangka atas dua kasus, yakni dugaan kepemilikan senjata ilegal dan dugaan rencana pembunuhan sejumlah pejabat negara.

Editor: Thom Limahekin
KOMPAS.com
Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Mayjen TNI Andika Perkasa, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, dan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus Mayjen TNI Doni Munardo (kiri-kanan) berjabat tangan dalam acara serah terima jabatan Danpaspampres di Mako Paspampres, Jakarta, Rabu (22/10/2014). 

TRIBUNBATAM.id - Proses hukum tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun di luar aparat penegak hukum.

Itulah penegasan yang disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menanggapi penangguhan penahanan yang diajukan oleh tersangka Mayjen TNI (purn) Kivlan Zein dan Mayjen TNI (purn) Soenarko.

"Terus terang dari awal saya mengatakan bahwa negara harusnya tidak ikut campur dalam konteks ini. Tidak mengintervensi, tidak melibatkan diri," ujar Moeldoko saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Kivlan merupakan tersangka atas dua kasus, yakni dugaan kepemilikan senjata ilegal dan dugaan rencana pembunuhan sejumlah pejabat negara.

Adapun Soenarko ditetapkan sebagai tersangka atas perkara dugaan penyelundupan senjata api ilegal dari Provinsi Aceh ke Jakarta.

Moeldoko menekankan, secara psikologis, penyidik tentu bisa goyah apabila ada pejabat negara yang meminta penangguhan penahanan terhadap tersangka.

"Kami tidak mau mengurangi independensi aparat penegak hukum ya. Maka untuk itu, lebih baik negara tidak berpendapat," ujar Moeldoko.

Pejabat yang meminta penangguhan penahanan adalah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

HBDJokowi, Presiden Dapat Ribuan Ucapan Selamat, mulai Megawati, Cinta Laura sampai Boaz Salossa

Setelah Mama Ami, Giliran Mama Rieta Kena Prank Raffi Ahmad Minta Izin Nikah Lagi: Gila Lu Fi!

Tes Kepribadian: Warna Pertama yang Kamu Suka, Ungkap rahasia Jati Diri dan Suasana Hatimu

Moeldoko tidak mengetahui persis apa alasan keduanya yang meminta penangguhan penahanan Kivlan dan Soenarko.

"Saya juga tidak tahu itu apa alasannya. Lebih baik saya ini tidak berkomentarlah, nanti salah," ujar Moeldoko.

Menhan Ryamizard Ryacudu sebelumnya telah menerima surat permohonan perlindungan dan jaminan penangguhan dari pengacara Kivlan Zen.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved