200 Kasus DBD Ditemukan di Tanjungpinang 2 Orang Meninggal Dunia, Begini Penjelasan Dinkes

Kasus Demam berdarah di Kota Tanjungpinang Cukup memperihatinkan. Tercatat ada 200 penderita demam berdarah di Tanjungpinang, Dua kasus diantaranya

200 Kasus DBD Ditemukan di Tanjungpinang 2 Orang Meninggal Dunia, Begini Penjelasan Dinkes
TRIBUNBATAM/ELHADIF PUTRA
Petugas melakukan foging setelah adanya kasus DBD di Kabupaten Karimun, beberapa waktu lalu 

TRIBUNBATAM.id TANJUNGPINANG - Kasus Demam berdarah di Kota Tanjungpinang Cukup memperihatinkan. 

Tercatat ada 200 penderita demam berdarah di Tanjungpinang, Dua kasus diantaranya meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Dinas Kesehatan Tanjungpinang.

"Terhitung mulai januari hingga bulan Juni. Ada sekitar 200 san penderita DBD di Tanjungpinang," katanya, Selasa (02/07/2019)

Disampaikannya, wilayah yang paling banyak pasien penderita DBD ialah, Pinang Kencana, Batu 9, Air Raja

Jelang Persebaya vs Persib Bandung, Skuad Bajul Ijo Dilanda Cedera, Ini yang Akan Dilakukan Djanur

Ini Alasan Polisi Tetapkan Wanita Bawa Anjing di Masjid Tersangka Meski Miliki Gangguan Jiwa

Demi Sinyal Kuat, Dua Pemuda Ini Tewas Tersambar Petir Saat Asyik Main Mobile Legends Dibawah Pohon

Kisah Tragis Pria Singapura Cekik Istri Hamil dan Putrinya Berusia 4 Tahun. Bunuh Diri Tapi Gagal

"Penderita mulai dari anak anak hingga orang dewasa juga ada. Tapi paling dominan anak anak," ucapnya

Bahkan dalam bulan Juni. Ada 2 pasien anaka anak yang meninggal dunia akibat gigitan nyamuk tersebut

"Kenapa bisa terkena DBD. Artinya pola hidup masyarakat yang menjadi pasien DBD tidak sehat," sebutnya kembali

Sederet Fakta Limbah Plastik yang Hebohkan Batam, Bau Menyengat Hingga Mengandung B3

PPDB 2019 Sistem Zonasi Tuai Polemik, Hotman Paris Ancam Gugat: Menteri Pendidikan Tak Berwenang

Jam Keluar Imigran Asing Dibatasi, Masih Banyak yang Tidak Mematuhi, Masyarakat Bintan Jadi Takut

Kasus Jambret di Batam, Polisi Tangkap dan Tembak 3 Pelaku, Sudah 17 Kali Beraksi di Kota Batam

Ia pun menyarankan, setiap bak mandi dirumah minimal dikuras sebanyak satu minggu sekali. Tujuannya menghindari kemungkinan perkembangan tumbuh nyamuk

"Pokoknya budayakan 3M. Menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali barang bekas," sebutnya memberikan saran

Selain itu, untuk menghindari gigitan nyamuk, rumah bisa dipasang kawat kasa, dan menggunakan Abate

"Juga lakukan aktivitas fisik rutin 30 menit sehari berolahraga, lakukan diet yang seimbang, perbanyak sayur buah, dan hindari asap rokok, serta istirahat yang cukup, dengan tidur normal minimal 6 sampai 8 jam. Terahkir juga kendalikan stres," ucapnya.(Tribunbatam.id/Endra Kaputra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved