Penderita HIV/AIDS di Bintan Bertambah di 2019, Dinkes Tempuh Cara Ini Untuk Antisipasi

Hal tersebut disebabkan oleh perilaku hubungan seksual bebas hingga gonta-ganti pasangan dan suka sesama jenis yang dipraktikkan oleh warga Bintan.

Penderita HIV/AIDS di Bintan Bertambah di 2019, Dinkes Tempuh Cara Ini Untuk Antisipasi
tribunnewsbatam.com/eko riyadi
Para mahasiswa unjuk rasa di depan Lapangan A Yani Pamedan menuntut Pemko Tanjungpinang serius cegah penularan HIV AIDS.

TRIBUNBINTAN.id, BINTAN - Angka kasus penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome(AIDS) bertambah di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri pada 2019 ini.

Hal tersebut disebabkan oleh perilaku hubungan seksual bebas hingga gonta-ganti pasangan dan suka sesama jenis yang dipraktikkan oleh warga Bintan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan, tercatat penderita HIV yang sudah terdata sebanyak enam orang.

Sedangkan orang yang sudah dengan AIDS berjumlah tiga orang penderita.

Jumlah ini terdata dari bulan Januari hingga Juni 2019.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, dr Gama Isnaeni menyampaikan, kasus HIV/ AIDS memang bertambah di tahun 2019.

Namun, jumlah itu tidak begitu signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu.

Sebab, sepanjang tahun 2018 lalu, jumlah penderita HIV tercatat 34 orang dan penderita dengan AIDS sebanyak 25 orang.

"Sudah mulai menurun dari angka tahun lalu, jika dibandingkan saat ini yang sudah memasuki bulan Juli di tahun 2019," ucap Gama Isnaeni kepada TRIBUNBATAM.id, Kamis (04/7/2019).

Download Musik MP3 Rich Brian feat Bekon Yellow, Lengkap Lirik Lagu dan Video Klip

RESMI, Persela Lamongan Tunjuk Nilmaizar Sebagai Pelatih Laskar Joko Tingkir

Hasil Arema FC vs Persipura Jayapura, 2 Gol dari Kreasi Sylvano Comvalius, Babak I Arema Unggul 2-0

Korupsi Proyek Pelabuhan Internasional Dompak, Abdul Rohim Ikuti Jejak Rekanannya, Berto dan Haryadi

 

Gama Isnaeni menambahkan, adapun penyebab terjangkitnya penyakit HIV/ AIDS ini kepada masyarakat di kabupaten Bintan rata-rata adalah perilaku hubungan seksual dengan gonta-ganti pasangan.

"Selain itu, ada juga penyebabnya hubungan seksual sesama jenis, baik pria dan wanita," ungkap Gama Isnaeni.

Gama Isnaeni juga menambahkan, agar penyebaran HIV/AIDS tidak meluas, Dinkes terus berupaya melakukan penjaringan ke masyarakat lewat screening calon pengantin (Caten) dan ibu hamil (Bumil) dan juga langkah lainnya.

"Nah apabila nanti ditemukan kasus ini, maka kita akan kelola dengan pemberian obat ARV (Antiretroviral),” tutup Gama Isnaeni. 

Beberapa cara bisa dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS itu sendiri.

Ny Hj Aisyah Sani (kiri) Ny Hj Rekaveny Soerya dalam Sosialisasi Penanggulangan Narkoba dan Pencegahan HIV AIDS bagi Pelajar SMA dan SMK Se Kota Batam
Ny Hj Aisyah Sani (kiri) Ny Hj Rekaveny Soerya dalam Sosialisasi Penanggulangan Narkoba dan Pencegahan HIV AIDS bagi Pelajar SMA dan SMK Se Kota Batam (TRIBUNNEWSBATAM.COM/ISTIMEWA)

TRIBUNBATAM.id coba merangkumnya dari beberapa sumber:

1. Pahami HIV/AIDS itu sendiri:

Pertama-tama, anda harus mengerti dengan benar cara penyebaran HIV.

Ada banyak informasi yang salah tentang penyebaran HIV, sehingga penting untuk mempelajarinya untuk melindungi diri anda.

HIV ditularkan saat darah, ASI, air mani atau cairan vagina yang terinfeksi terkena kontak langsung dengan luka di kulit atau selaput lendir yang terbuka (seperti mulut, hidung, vagina, rektum, bukaan penis).

HIV dapat ditularkan melalui hubungan seks melalui vagina, oral atau anal, serta kontak antardarah dan kontak antar cairan tubuh.

Hal ini berarti anda dapat berciuman dengan aman (selama tidak ada luka atau sariawan, dan anda tidak saling menyebabkan luka), bersentuhan, berpelukan, dan berinteraksi seperti biasanya secara aman dengan orang yang memiliki HIV.

Jangan berasumsi bahwa seseorang yang tidak memiliki gejala pasti tidak memiliki HIV.

Orang dapat memiliki HIV beberapa tahun sebelum memiliki AIDS dan orang yang terinfeksi dapat menularkan virus.

Biasakan berhubungan seks yang aman, yaitu dengan menggunakan kondom.

Jika Anda melakukan seks dengan seseorang yang memiliki HIV, penting untuk melakukan hubungan seks yang aman dan pemeriksaan HIV secara rutin.

Bicarakan dengan pasangan anda mengenai sejarah seksual anda berdua.

Mengenal dan memahami benar tentang seluk-beluk masing-masing sangat membantu anda dan pasangan mencegah risiko penularan HIV.

Anda dapat menggunakan kombinasi obat (tenofovir dan emtricitabine) setiap hari untuk mencegah infeksi HIV.

Obat ini dapat menurunkan risiko terkena HIV.

Namun, obat ini tergolong mahal dan anda masih perlu untuk membiasakan hubungan seks yang aman untuk menjaga risiko tetap rendah.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, dalam acara Sosialisasi Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS pada Generasi Muda/Pelajar di Pelataran Gedung Gonggong, Taman Laman Bunda, Sabtu (19/11
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, dalam acara Sosialisasi Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS pada Generasi Muda/Pelajar di Pelataran Gedung Gonggong, Taman Laman Bunda, Sabtu (19/11 (tribunnews batam/m ikhwan)

3. Jangan pernah berbagai jarum suntik atau alat suntik:

Jarum dan alat suntik dengan mudah membawa HIV dari satu orang ke orang lain.

Karena itu, jangan pernah menggunakan obat dengan jarum dan jarum yang bukan berasal dari dokter.

Anda tidak pernah tahu siapa yang memiliki HIV, karena tidak adanya stereotip dan mungkin mereka tidak menyadari dirinya terinfeksi.

Jadi hindari menyentuh darah orang lain sebisa mungkin dan hindari kontak langsung dengan cairan tubuh lain yang dapat menyebarkan HIV, terutama jika anda memiliki luka terbuka di bagian manapun di tubuh anda.

Cairan tubuh yang bisamembawa virus HIV meliputi:

  • Air mani dan cairan praejakulasi
  • Cairan vagina
  • Mukus rektum (pelumas alami anus)
  • ASI
  • Cairan ketuban, cairan cerebrospindal, dan cairan synovial (biasanya hanya terpapar jika Anda bekerja di bidang medis)

4. Lakukan perawatan medis jika hamil:

Semua wanita hamil akan ditawarkan untuk melakukan tes darah untuk HIV sebagai bagian dari pemeriksaan kandungan.

Jika tidak diatasi, HIV dapat diturunkan dari ibu hamil ke bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Terapi HIV selama kehamilan mengurangi risiko ditularkannya HIV ke bayi.

Melengkapi diri anda dengan pengetahuan terhadap HIV merupakan cara terbaik untuk mencegah risiko penularan HIV dan membantu orang-orang sekitar anda dengan proses pengobatan penyakit.

Hal ini juga dapat membantu orang dengan HIV untuk hidup secara sehat dan aman. (tribunbatam.id/wahib waffa)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved