Jumat, 15 Mei 2026

Schneider Electric Manufacturing Batam Masuk 10 Percontohan Industri 4.0 Dunia. Apa Hebatnya?

Ternyata, ada satu industri manufaktur di Batam, Indonesia, yang sudah mulai melakukan revolusi industri 4.0, bahkan menjadi percontohan tingkat dunia

Tayang:
liveatpc.com
PT Schneider Electric Manufacturing Batam, satu dari 10 perusahaan yaqng jadi percontohan revolusi industri 4.0 tingkat dunia 

Jumlah itu meliputi 39 perusahaan industri makanan dan minuman, 10 perusahaan industri tekstil, serta 30 perusahaan industri kimia.

Selanjutnya, 198 perusahaan industri otomotif, 28 perusahaan industri elektronika, 11 perusahaan industri logam, 11 perusahaan industri aneka, dan 1 perusahaan industri EPC.

“Dari hasil self-assesment INDI 4.0, industri di Indonesia cukup siap untuk bertransformasi menuju indsutri 4.0,” tegasnya.

Ngakan menjelaskan, INDI 4.0 terdiri atas lima pilar, yaitu manajemen dan organisasi (management and organization), orang dan budaya (people and culture), produk dan layanan (product and services), teknologi (technology), dan operasi pabrik (factory operation). Adapun level dalam INDI 4.0 mulai dari level 0 yang artinya belum siap bertransformasi ke industri 4.0.

Kemudian, level 1 industri masih pada tahap kesiapan awal, level 2 adalah industri pada tahap kesiapan sedang, level 3: industri sudah pada tahap kesiapan matang, dan level 4 menandakan industri sudah menerapkan industri 4.0.

Pada tahun ini, Kemenperin telah menetapkan lima industri yang mendapatkan penghargaan INDI 4.0, yaitu (1) PT. Indolakto untuk sektor industri makanan minuman, (2) PT.

Pupuk Kaltim untuk sektor industri kimia, (3) PT. Pan Brothers, Tbk untuk sektor industri tekstil, (4) PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia untuk sektor industri otomotif, dan (5) PT. Hartono Istana Teknologi untuk sektor industri elektronika.

Sebelumnya, Menperin mengungkapkan, implementasi industri 4.0 dinilai dapat membawa manfaat bagi perusahaan yang menerapkannya, terutama akan terjadinya peningkatan pada produktivitas dan efisiensi hingga 40 persen.

Oleh karena itu, Kemenperin bertekad untuk terus mengajak seluruh sektor manufaktur di Tanah Air agar siap menghadapi dan menerapkan teknologi era digital.

“Era digital atau industri 4.0 ini manfaatnya akan memberikan efisiensi dan produktivitas kepada perusahaan yang naik hingga 40 persen. Berarti untungnya juga bisa naik 40 persen. Maka bayar pajaknya pun bertambah. Dengan demikian perusahaan untung, kemudian pemerintah juga untung. Itu salah satu manfaat implementasi industri 4.0,” paparnya. 

Pabrik Pintar

Dilansir dari Live at PC, pabrik pintar perusahaan di Batam ini mencuat dalam pameran Industri Internet of Things (IIoT) untuk perusahaan di Asia. 

Perusahaan ini menunjukkan kepada pelanggan dan mitra, betapa mudahnya memulai perjalanan digitalisasi mereka.

Lebih dari 150 pelanggan dan mitra dari Indonesia, Cina, Singapura, Vietnam, Malaysia, Myanmar, dan Timur Tengah telah mengunjungi pabrik tersebut sejak transformasi digitalnya sebagai pabrik pintar pada tahun 2017.

Schneider Electric menggunakan arsitektur dan platform IoT yang didukung IoT, plug-and-play, terbuka, dan mudah dioperasikan.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved