SELEB TERKINI

Ujaran 'Ikan Asin' Mendadak Viral, Galih Ginanjar Langgar Kesusilaan dan Pelecehan Verbal

Ujaran 'Ikan Asin' mendadak viral, Galih Ginanjar langgar kesusilaan dan pelecehan verbal.

Ujaran 'Ikan Asin' Mendadak Viral, Galih Ginanjar Langgar Kesusilaan dan Pelecehan Verbal
Dok Instagram/@barbiekumalasari
Ujaran 'Ikan Asin' Mendadak Viral, Galih Ginanjar Langgar Kesusilaan dan Pelecehan Verbal. 

TRIBUNBATAM.id - Ujaran 'ikan asin' mendadak viral, yang mana diutarakan oleh Galih Ginanjar (31) terhadap mantan istrinya Fairuz A Rafiq (33).

Hal berdasarkan ungkapan dari suami Barbie Kumalasari di channel youtube Pablo dan Rey Utami.

Dari video tersebut, Terlihat Galih Ginanjar diwawancarai oleh Rey Utami.

 Pernyataan Galih yang mengundang polemik, di antaranya ada istilah "ikan asin". Video ini pun akhirnya viral dan menimbulkan polemik hingga sampai ke jalur hukum.

Galih, Rey Utami, dan suaminya Pablo Benua ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Penggunaan istilah "ikan asin" dianggap melecehkan perempuan secara verbal.

Selesaikan Masa Hukuman 8 Bulan Penjara, Ini Pesan Rhoma Irama untuk Ridho Rhoma

Unggah Foto Bersama Salmafina Sunan, Istri Ajun Perwira Beri Semangat, Kamu Tidak Sendirian

Edit Foto Jadi Cantik di Kertas Suara, Caleg Terpilih DPD NTB Digugat ke MK

Gubernur Kepri Kena OTT KPK, Isdianto Siapkan Kuasa Hukum Nurdin

Melanggar kesusilaan

Komisioner Komnas Perempuan, Mariana Amiruddin, mengatakan, penggunaan istilah “ikan asin” dalam konteks percakapan di video tergolong pelanggaran asusila.

Menurut dia, hal itu tidak sepantasnya dilakukan oleh siapa pun dan di mana pun, apalagi disampaikan di ruang publik oleh mereka yang pernah terikat dalam ikatan perkawinan.

“Kita semua kan perlu punya budi pekerti yang baik. Tidak boleh menghina orang lain. Sebaiknya sih tidak dilakukan sama sekali ujaran itu, mau di hadapan publik atau tidak,” kata Mariana Amiruddin kepada Kompas.com, Jumat (12/7/2019).

Ia mengatakan, cara seperti ini, menyerang ranah seksual, biasa digunakan untuk membalaskan dendam pribadi dan menjatuhkan harga diri seorang perempuan.

Halaman
123
Editor: Mona Andriani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved