BATAM TERKINI

Diburu Interpol & Diperiksa Paksa di Selat Malaka, Ini Dia 4 Kesalahan MV NIKA

Kapal Buruan Interpol MV NIKA akhirnya diperiksa paksa oleh KP ORCA 3 dan 2 karena diduga melakukan sejumlah pelanggaran. Apa saja?

Diburu Interpol & Diperiksa Paksa di Selat Malaka, Ini Dia 4 Kesalahan MV NIKA
TRIBUNBATAM.ID/ROMA ULY SIANTURI
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di Batam, Kepulauan Riau 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - MV NIKA berbendera Panama akhirnya diberhentikan dan diperiksa paksa oleh KP ORCA 3 dan 2, Jumat (12/7/2019) lalu sekira jam 08.19 WIB.

Sebelumnya, kapal yang pernah berganti nama hingga lima kali tersebut sempat jadi buruan interpol sejak Juni 2019 lalu. 

Interpol menduga MV NIKA dan FV STS-50 yang ditangkap di Indonesia pada 2018 dimiliki oleh orang yang sama dengan Anak Buah Kapal (ABK) berasal dari Rusia sejumlah 18 orang dan Indonesia 10 orang.

Nama yang pernah digunakan kapal ini ada 5, di antaranya CHONGAR pada 2013 hingga 2019, ECLIPSE pada 2012 hingga 2013, FLINT pada 2009 hingga 2012, PACIFIC 8 di 2009, NORD 1 pada 2006 hingga 2009 dan DAE SUNG No 16 pada 1998 hingga 2006.

Bendera yang pernah digunakan Panama dari 2013 hingga 2019, Kamboja dari 2006 hingga 2013, Korea pada 2009, dan Honduras pada 1998 hingga 2006.

"KP ORCA 3 & 2, telah melaksanakan penghentian dan pemeriksaan terhadap MV NIKA, berbendera Panama," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di Batam, Kepulauan Riau, Senin (15/7/2019).

Ia mengungkapkan, Satuan Tugas 115 menghentikan dan memeriksa kapal MV NIKA berbendera Panama yang menjadi buruan internasional di Selat Malaka, Jumat (12/7/2019) lalu.

Berdasarkan laporan awal dari interpol yang diterima oleh Satgas 115, MV NIKA diduga melakukan sejumlah pelanggaran.

Di antaranya, pertama memalsukan certificate of registration di Panama yang menyatakan dirinya adalah General Cargo Vessel sementara.

MV NIKA diduga melakukan penangkatan dan/atau pengangkutan ikan, padahal izinnya adalah kargo.

 Sebelum Gantung Diri di Tepi Kolam Pancing Tembesi Batam, Rio Tulis Surat Wasiat, Begini Isinya!

 BREAKINGNEWS - Seorang Pria Gantung Diri di Dekat Kolam Pancing Tembesi Batam

 Warga Tak Tahu Soal Reklamasi, Nama Kock Meng Pemegang Izin Prinsip Reklamasi Tanjung Piayu

 Sempat Bikin Panik Warga, Pria Ini Tangkap Buaya dengan Tangan Kosong, Lalu Dilepas ke Sungai

Halaman
12
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved