Sehari, Najib Razak Beli Perhiasan Rp 11,5 Miliar Pakai Kartu Kredit, Dibayar Oleh Orang Ini

Kredit milik mantan PM Malaysia, Najib Razak digunakan untuk berbelanja senilai RM3,3 juta atau sekitar Rp 11,55 miliar di toko perhiasan di Italia

Sehari, Najib Razak Beli Perhiasan Rp 11,5 Miliar Pakai Kartu Kredit, Dibayar Oleh Orang Ini
FMT
Mantan PM Malaysia Datuk Seri Najib Razak dan istrinya, Datin Seri Rosmah Mansor 

Nik Faisal Ariff Kamil adalah mantan CEO SRC International.

Tetapi ketika diperiksa oleh penuntut, Yeoh mengatakan semua pembayaran berasal dari akun Ambank milik Najib.

Najib (66), menghadapi tiga tuduhan pelanggaran kepercayaan, satu tuduhan menyalahgunakan posisinya dan tiga tuduhan pencucian uang yang melibatkan dana SRC International sebesar RM42 juta atau sekitar Rp 3,5 triliun.

Ihwal belanja menggunakan kartu kredit yang dibayar oleh SRC Internasional ini mamang pernah terungkap, beberapa waktu lalu.

Tagihan kartu kredit Najib dan istrinya saat berlibur ke Eropa cukup besar dan dibayar oleh SRC International ini diungkapkan oleh media investigasi Sarawak Report yang bermarkas di Inggris.

Mantan PM Malaysia Najib Razak keluar dari ruangan pemeriksaan Komisi Antikorupsi Malaysia, Selasa (22/5/2018).
Mantan PM Malaysia Najib Razak keluar dari ruangan pemeriksaan Komisi Antikorupsi Malaysia, Selasa (22/5/2018). (The Star)

Sarawak Report yang sempat dibredel oleh rezim Najib ini mewnyebutkan bahwa Najib dan Rosmah Mansor berlibur ke Eropa pada Agustus 2014.

Keduanya berbelanja menggunakan dua kartu kredit yang dikeluarkan Visa No: 4585 8180 0000 5496 sebesar RM449 ribu atau sekitar Rp 1,5 miliar dan Master Card Nomor 5289 4380 0003 8961 dengan nilai belanja bencapai RM2,8 juta atau sekitar Rp 9,5 miliar.

Pembayaran tersebut termasuk hotel, makanan, pembelian perhiasan dan pengeluaran pribadi mewah lainnya di Eropa Selatan, termasuk Italia dan Monako.

Yang mengejutkan adalah, ke dua kartu kredit itu ternyata terdaftar atas nama SRC International, yang tentu saja tagihannya dibayar oleh perusahaan tersebut.

SRC International didirikan dengan pinjaman sebesar RM4 miliar dari dana pensiun publik (KWAP) dan sejak awal berdiri sudah menimbulkan kontroversi karena tidak pernah diaudit.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved