BATAM TERKINI

Tiap Hari Ruko Kock Meng di Nagoya Batam Tutup Jam 5 Sore, Ini Usaha yang Digelutinya

Kock Meng menjadi sosok misterius dalam kasus suap dan korupsi politik Gubernur Kepri (Non Aktif), Nurdin Basirun CS. Ini usaha yang dia geluti.

Tiap Hari Ruko Kock Meng di Nagoya Batam Tutup Jam 5 Sore, Ini Usaha yang Digelutinya
TRIBUNBATAM.ID/DIPA NUSANTARA
Ruko di Nagoya tempat usaha Kock Meng 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kock Meng menjadi sosok misterius dalam kasus suap dan korupsi politik Gubernur Kepri (Non Aktif), Nurdin Basirun CS.

Dalam surat izin prinsip pemanfaatan ruang laut di Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, nama Kock Meng tertulis jelas sebagai pihak pengusaha yang akan memanfaatkan ruang laut di situ sebagai tempat pariwisata rumah kelong serta budidaya perikanan.

Dalam salinan dokumen izin prinsip yang berhasil Tribun dapatkan, tertera jelas alamat milik Kock Meng.

Berada di Nagoya City Centre Blok H Nomor 6 RT 002/ RW 003 Kelurahan Lubuk Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, alamat menunjukkan sebuah ruko yang bertempat di pojok jalan.

Saat ditelusuri, ruko itu tampak sepi akibat jam operasionalnya telah selesai.

"Tutup sekitar jam 5 sore tadi bang," ucap seorang karyawan pedagang ikan dan kelapa yang berada tidak jauh dari ruko milik Kock Meng.

Misteri Pengusaha di Izin Prinsip Reklamasi, Kock Meng Dipanggil “Bos Pompong”

Kock Meng Kantongi Izin Prinsip Reklamasi, Tapi Lahan Belum Miliki Izin HPL BP Batam

JADWAL Pemadaman Listrik di Batam, Selasa (16/7), Sekali Mati Lampu Durasi hingga 3,5 Jam

Hanya berjarak satu ruko, karyawan itu menyebutkan, sehari-hari ruko milik Kock Meng menjual beberapa alat seperti mesin diesel, elektronik, serta mesin kapal pompong.

Hal ini pun dibenarkan oleh Ketua RT 002/ RW 003, Muchtar, Senin (15/7/2019) malam.

Saat dihubungi Muchtar dalam kondisi kurang sehat.

Melalui istrinya, hal yang disampaikan oleh karyawan tadi benar adanya.

Namun, terkait sosok Kock Meng sendiri, Muchtar berserta istri tidak mengetahui secara pasti.

"Tidak pernah ketemu atau mengurus surat ke sini selama kami menjabat RT. Tapi kalau salah satu pengurus usahanya, kami gak tahu juga ya," ucap istri Muchtar.

Terkait kasus dugaan keterlibatan Kock Meng, Muchtar beserta istri pun tidak mengetahuinya.

"Yang kami tahu, selama ini aktifitas di ruko itu memang hanya menjual barang (diesel dan lain-lain) itu," ucapnya lagi. (tribunbatam.id/dipanusantara)

Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved