Disebut Imbas Perang Dagang AS vs China, Perusahaan Tekstil Terbesar Indonesia Gagal Bayar Obligasi
Gara-gara itu, S&P Global Ratings pun memangkas peringkat kredit obligasi dolar yang dijual oleh anak perusahaan Duniatex Group itu menjadi CCC-
Namun hingga berita terbit, keduanya belum merespon pertanyaan Kontan.col.id.
Meski demikian, dari transkrip analyst meeting Bank Mandiri, Rabu (17/7/2019) yang dipublikasikan Thomson Reuters, Sabtu (20/7). Siddik dalam menjawab sebuah pertanyaan mengatakan bahwa Bank Mandiri memang masih memiliki exposure kredit ke Duniatex Group.
“Sampai akhir Desember 2018 kami masih memiliki exposure senilai Rp 3,5 triliun. Dan sepanjang Januari-Juli 2019, Duniatex telah melakukan pembayaran Rp 1,24 triliun, sehingga saat ini sisa tanggungan Duniatex kepada Bank Mandiri tersisa Rp 2,2 triliun,” kata Siddik.
Siddik juga mengaku kaget atas kasus kegagalan pembayaran obligasi Duniatex Group. Sebab Bank Mandiri telah menyalurkan kredit ke Duniatex sejak 2002. Meskipun sejak 2015, bank berlogo pita emas ini sudah tak lagi menyalurkan kredit ke Duniatex.
Bank Mandiri, menurut Siddik telah menyiapkan cadangan atas exposurekreditnya yang berasal dari aset tetap Duniatex yang dijaminkan atas utangnya dengan rasio mencapai 160% dari total utang.
“Sepertinya kami yang memegang jaminan paling besar, di bawah Eximbank. Kami juga telah bertemu dengan pemilik Duniatex sejak awal minggu lalu, dan saya pikir solusinya kelak juga akan didiskusikan dengan 40 kreditur lainnya,” lanjutnya.
Efek gagal bayar obli9gasi ini memang dikhawatirkan merembet ke perusahaan-perusahaan satu grup itu.
Sayangnya, upaya KONTAN mengirim pesan ke pemilik perusahaan ini tak membuahkan hasil.
Pesan pendek kontan ke Sumitro, Presiden Komisaris Duniatex Group tak dibalas.
Hanya merujuk pesan salah satu petinggi yang tersebar di kalangan pemilik obligasi perusahaan ini disebutkan bahwa: “Kami akan memperbarui informasi, jangan menelepon atau mengirim e-mail karena inbox e-mail kami banjir (kepenuhan).”
Pengusaha Besar di Solo
Lantas siapa Delta Merlin Dunia Textile? Jika merujuk website perusahaan ini, Delta Dunia Merlin adalah anak usaha Duniatex Group.
Ini adalah perusahaan tekstil terintegrasi terbesar di Indonesia. Duniatex fokus dalam bisnis pemintalan, pertenunan, pencelupan, dan finishing.
Perusahaan ini terdiri dari 18 perusahaan terbatas, tersebar di beberapa lokasi di lebih dari 150 hektare lahan.
Berdiri tahun 1974, perusahaan ini dulu berbendera CV Duniatex di Surakarta. Awal beroperasi terutama di industri finishing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/22072019-duniatex-group.jpg)