Disebut Imbas Perang Dagang AS vs China, Perusahaan Tekstil Terbesar Indonesia Gagal Bayar Obligasi
Gara-gara itu, S&P Global Ratings pun memangkas peringkat kredit obligasi dolar yang dijual oleh anak perusahaan Duniatex Group itu menjadi CCC-
TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Pasar obligasi korporasi Indonesia mendapat tantangan baru.
Ini menyusul kredit obligasi dollar yang dijual oleh anak perusahaan Duniatex Group, PT Delta Merlin Dunia Textile, Kamis (18/7/2019) dilaporkan gagal membayar kupon obligasi dolar AS yang jatuh tempo pada 10 Juli lalu.
Tak cuma bikin geger pasar obligasi korporasi, kejadian ini juga berpotensi menganggu industri perbankan karena menurut data Bloomberg, beberapa entitas anak Duniatex Group lainnya tercatat memiliki pinjaman perbankan bernilai besar.
PT Delta Dunia Sandang Textile, misalnya, memiliki pinjaman sindikasi US$ 260 juta dan beberapa bank pelat merah ikut mengucurkan kredit pada perusahaan itu.
Asal tahu saja, Duniatex Group yang bermarkas di Solo, Jawa Tengah ini adalah perusahaan tekstil terbesar di Indonesia.
• BP Batam Laporkan Perkembangan Status Aset BP Batam ke KPK, Terkait Penyerahan Aset ke Pemko Batam
• Dubes RI Untuk Romania Jumpa Isdianto, Ajak Kepri Ikut Indonesian Festival 2019 di Romania
• Pelni Tanjungpinang dan Bintan Bikin Aturan Baru Bagi Penumpang Kapal. Pembelian Tiket Makin Ketat
Kondisi ini hanya berselang empat bulan setelah perusahaan ini menerbitkan obligasi senilai $ 300 juta. Bahkan, obligasi perusahaan ini sempat mendulang permintaan lebih dari US$ $ 1 miliar.
Gara-gara itu, S&P Global Ratings pun lantas memangkas peringkat kredit obligasi dolar yang dijual oleh anak perusahaan Duniatex Group itu menjadi CCC-, dari sebelumnya BB-.
Menurut S&P, ketegangan perang dagang AS vs China yang tak menentu memukul telak pasar tekstil Indonesia.
Likuiditas Duniatex dipengaruhi oleh anjloknya harga karena kelebihan pasokan kain murah impor dari China.

Fitch Ratings juga memangkas skor kredit Delta Merlin Dunia Textile menjadi B- dari sebelumnya BB-.
Ini mencerminkan peningkatan pembiayaan kembali dan risiko likuiditas. Fitch menyebut, perusahaan ini menghadapi efek tular dari afiliasi yang dapat membatasi akses perbankan dan pasar modal.
Dilansir KONTAN, 6 Maret 2019, anak usaha Duniatex Grup yakni PT Delta Merlin Dunia Textile menerbitkan obligasi berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) senilai US$ 300 juta.
Obligasi bertenor lima tahun itu menjanjikan kupon sebesar 8,625%. BNP Paribas SA dan Standard Chartered Plc bertindak sebagai arranger dalan penjualan obligasi tersebut.
Saat itu, dua perusahaan pemeringkat, Fitch Ratings dan Standard and Poor's (S&P) Global Ratings menyematkan obligasi Delta Merlin dengan peringkat awal di posisi BB-.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/22072019-duniatex-group.jpg)