Sampah di Tanjung Uma Menumpuk, Dinas Kebersihan Sebut Itu Dari Pemukiman
Selain di beberapa ruas jalan raya, sampah rumah tangga juga terdapat di beberapa daerah Kota Batam. Salah satunya berada di Kelurahan Tanjung Uma, K
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Selain di beberapa ruas jalan raya, sampah rumah tangga juga terdapat di beberapa daerah Kota Batam.
Salah satunya berada di Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.
Pantauan Tribun, Senin (22/7/2019), terdapat banyak sampah rumah tangga di tiap sudut rumah papan warga.
Tak hanya itu, tumpukan sampah di sekitar ini disebutkan pula oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam sebagai sampah dari pemukiman warga.
• Hutan Mangrove Disulap Jadi Kapling, DPRD Batam Minta Pemko dan BP Batam Turun Ke Lokasi
• Pemko Menggesa Clear And Clean Pasar Induk Jodoh 2019, Pemko Masih Selesaikan Masalah Pedagang
• Najib Razak Sering Melabrak Aturan Perbankan, Tapi Semua Beres Setelah Bank Menelepon Jho Low
• Jalan Jalur Tengkorak Batam Akhirnya Dilebarkan, Berharap Tidak Ada Lagi Kecelakaan Maut Disana
"Di Tanjung Uma itu sampah pemukiman," ujar Kepala Bidang (Kabid) Persampahan DLH Kota Batam, Faisal, saat dihubungi.
Hal ini pun tak dibantah oleh Ketua RW 04, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Abdul Karim Aziz.
Saat ditemui, pria paruh baya yang kerap disapa Karim ini mengatakan, perihal sampah memang berasal dari pemukiman.
Tapi ia juga menyebutkan, beberapa sumber lain yang menyebabkan sampah bertumpuk di sana.
• Perlu Pengolahan Sampah Dengan Memilah, Batam Produksi Sampah 1.000 Ton per Hari
• Permasalahan Pipa Bocor di Fly Over Laluan Madani Batam Belum Selesai, Air Masih Tergenang
• Hindari Penjualan Gas Elpiji di Atas Harga HET, Pertamina Mulai Terapkan Transaksi Non Tunai
• Respon Wiranto Soal Mabes TNI Bentuk Tim Hukum Untuk Kivlan Zen: Jangan Sampai ke Saya Lagi
"Sampah dari Pasar Pujabahari, Pasar Induk, dan Pasar Jodoh juga ke sini. Jadi, sampah dari warga paling 1,5 kg lebih. Tak sampai berton-ton," tegasnya.
Ia juga mengatakan, permasalahan sampah di Tanjung Uma sendiri telah terjadi sejak tahun 2000an.
Bahkan, Karim juga menyebutkan, dirinya terakhir kali melihat dasar tanah di Tanjung Uma pada tahun 1980-an.
"Sekarang, sudah dikutip pun sampahnya, masih belum ketemu juga dasar tanah," ungkapnya sedih.
Karim juga menuturkan, hal ini turut menjadi perhatian masyarakat setempat.
Sebab, beberapa anak usia dini di situ ditakutkan terkena penyakit akibat sampah yang menumpuk.
"Memang diambil juga oleh pemerintah sampah di TPS, cuma di bawah rumah warga gimana? Memang beberapa kali sudah dilakukan gotong royong untuk mengumpulkan sampah, tapi sudah banyak," ujarnya lagi.
Karim beserta masyarakat juga berharap Pemerintah Kota Batam dapat mencarikan solusi untuk permasalahan sampah di tempat miliknya. (dna)