WISATA AUSTRALIA
Mau Berwisata ke Australia? Ini Habitat Ular Death Adder yang Harus Diwaspadai
Untuk anda yang mau berlibur ke Australia, harus waspada dengan kemunculan ular Death Adder pada destinasi wisata yang dipilih. Ini daftar habitatnya
TRIBUNBATAM.id - Kematian salah satu polisi Brimob asal Padang karena pembekuan di otak akibat bisa ular Death Adder Papua yang merupakan ular asli Australia, memancing perhatian banyak orang.
Untuk anda yang mau berlibur ke Australia, harus waspada dengan kemunculan ular Death Adder pada destinasi wisata yang dipilih.
Ular Death Adder di Australia sebagai habitat aslinya beresiko tinggi akan pertemuan wisatawan asing dengan binatang mematikan ini.
Dilansir TribunBatam dari berbagai sumber, Inilah habitat ular Death Adder di Australia.
• Begini Kronologi Bidan di Bintan Bawa Sabu dan Ditangkap di Bandara Hang Nadim Batam
• Ramalan Zodiak Hari Rabu 31 Juli 2019, Sagitarius Waspada Posisinya Tergeser, Virgo Hadapi Tantangan
• Video BC Batam Re-Ekspor Limbah Plastik Mengandung B3
Habitat di Australia
Ular Death Adder bisa ditemukan di bagian timur dan pesisir selatan Australia.
Ular ini cukup langka di wilayar utara dan barat Australia, namun dapat ditemui di Papua Nugini.
Kebanyakan korban kematian manusia ditemukan di hutan, padang rumput dan pantai timur Australia.
Ular satu ini sangat pintar berkamuflase karena warna di tubuhnya, sehingga bisa bersembunyi di bawah daun lepas, puing-puing di hutan, semak-semak, dan padang rumput.
Inilah daerah yang harus diwaspadai sebagai habitat Death Adder.
1. Queensland
3. Victoria
4. Australia Selatan
Sejarah Ular Death Adder
Ular Death Adder atau dalam bahasa latin disebut dengan Acanthophis antarcticus, adalah spesies ular asal Australia.
Ular ini adalah ular darat yang paling berbisa di Australia dan secara global sehingga disebut sebagai ular adder kematian dalam bahasa indonesia.
Meskipun spesies ular ini tersebar luas, namun diketahui Death Adder mengalami banyak ancaman kepunahan karena adanya invasi kodok di Australia yang merupakan makanan utama bagi ular.
Ular Death Adder pertama kali ditemukan pada 1802 oleh George Shaw sebagai jenis keturunan Boa Antartica.
Bentuk Fisik Ular Death Adder
Ular Death Adder memiliki bentuk kepala yang rata dan berbentuk segitiga lebar dengan struktur tubuh yang tebal dan perut berwarna merah, cokelat, hitam, abu-abu, krem dan merah muda.
Ular ini bisa mencapai panjang tubuh maksimum 70 hingga 100 cm atau setara dengan dua sampai tiga kaki.
Mereka memiliki taring terpanjang dibanding ular manapun di Australia, sangat berbeda dengan spesies Adder lain yang ditemuka di Eropa yakni Vipera Berus.
Vipera Berus merupakan jenis keturunan dari ular Elapidae dan bukan dari Viperidae yang tidak akan ditemukan di Australia.
Cara Berburu Ular Death Adder
Selain pintar berkamuflase, ular Death Adder sangat cerdas dalam berburu mangsa.
Ia bahkan dengan sabar menunggu berhari-hari mangsanya sampai lewat dijebakan yang ia inginkan dengan bersembunyi dibalik dedaunan.
Dia sebisa mungkin tidak membuat dirinya terlihat atau mengambil perhatian lalu berbaring melingkar.
Saat sembunyi, ular Death Adder cenderung menggerakkan ekornya di pasir dan melettakkan kepalanya sebagai umpan.
Ketika seekor binatang mendekatinya, dengat cepat ia menyerang binatang tersebut dengan menggigit dan menyebarkan bisanya.
Lalu ia akan dengan sabar lagi menunggu mangsa tersebut mati karena bisa, setelah itu memakan mangsanya.
Ular ini cenderung tidak agresif, namun karena menggunakan sistem kamuflase, inilah yang menjadi ular ini sangat berbahaya ketika anda ingin menjelajahi hutan atau semak belukar.
Cara Berkembang Biak
Tidak seperti kebanyakan ular lainnya, Death Adder menghasilkan banyak ular saat berumur muda.
Pada akhir musim panas, inilah musim kawin terbaik bagi para ular Death Adder.
Ular betina akan menghasilkan 3 sampai 20 ular baru dalam satu periode.
Kekuatan Bisa
Bisa atau racun dari ular Death Adder mengandung cairan neurotoxin.
Cairan ini dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian dalam waktu yang sangat cepat dibanding racun lainnya di Australia.
Waktu prediksi kematian yang paling lama setelah menyebarkan bisa dari Ular Death Adder bahkan enam jam setelah digigit.
Kronologi Kejadian Pembunuhan Polisi Brimob Asal Padang

Desri adalah anggota satuan tugas Amole, Pengamanan Obyek Vital Nasional PT Freeport Indonesia di Mimika, ujung timur Indonesia.
Almarhum meninggal dunia, setelah 48 jam mendapat perawatan intensif oleh tim medis di rumah sakit terbesar di Mimika ini.
Selasa (30/7/2019) pagi ini, jenazah almarhum akan diterbangkan ke Bandar Udara Internasional Minangkabau (PDG), setelah transit di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, dini hari ini.
Desri digigit ular death adder, Sabtu (27/7/2019) pagi, saat menjaga 5 rekan Brimob dari asal Sumatra Barat di Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Papua.
Mengutip keterangan medis dari RSMM Carita, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Andi Muhamad Kamal menyebutkan, korban mengalami perburukan kondisi (Penurunan Tanda-tanda Vital).
Pukul 09.40 korban mengalami cardiac arrest (Henti Jantung) dan dilakukan resusitasi. :Pukul 09.55 korban dinyatakan meninggal dunia,” kata perwira menengah asal Makassar ini usai ikut Senin (29/7) siang, disalatkan di Masjid Al Istiqomah HMM Basecamp Timika.
Dengan upacara khusus, laiknya pahlawan, jenazah Bripka Desri dibawa ke Bandara Moses Kilangin Timika dengan Pesawat Garuda GA655 melalui Bandara Moses Kilangin, Timika.
Deni Dermansyah Ershi rekan almarhum dari Brimob Padang, di akun Facebooknya, sempat mengunduh foto ular ini di posko Amole.
Diceritakan, sebelum insiden, akhir pekan lalu, korban duduk di atas batang kayu yang sudah ditebang.
Tangan kanannya disandarkan pohon tersebut, tiba-tiba seekor ular jenis Death Adder, muncul dari balik batang kayu langsung menggigit tangan kanan korban.
Korban langsung refleks memegang ular tersebut meski sempat digigit beberapa kali, kemudian korban memasukkan ular tersebut ke dalam botol air mineral yang dipegangnya.
“Setelah digigit korban memijat tangan kanan bekas gigitan ular dengan maksud untuk mengeluarkan racun. Mengetahui korban digigit ular, anggota lainnya langsung memanggil Posko Amole 00 untuk meminta bantuan Ambulans,” ungkap Kamal, Senin (29/7/2019) malam.
Pada saat pengamanan tersebut, korban duduk di atas batang kayu yang sudah ditebang dengan tangan kanannya menyender pada pohon tersebut, tiba-tiba seekor ular jenis Death Adder yang muncul dari balik batang kayu langsung menggigit tangan kanan korban.
Selanjutnya korban langsung refleks memegang ular tersebut meski sempat digigit beberapa kali, kemudian korban memasukkan ular tersebut ke dalam botol air mineral yang dipegangnya.
“Setelah digigit korban memijat tangan kanan bekas gigitan ular dengan maksud untuk mengeluarkan racun. Mengetahui korban digigit ular, anggota lainnya langsung memanggil Posko Amole 00 untuk meminta bantuan Ambulans,” ungkap Kamal, Senin (29/7/2019) malam.
• Download Lagu MP3 ICY ITZY, Ada Video Klip dan Lirik Lagu, Dirilis 29 Juli 2019
• Inilah Ular Death Adder, Binatang Mematikan Pembunuh Polisi Brimob Asal Padang
• Sosok Budi Gunawan Muncul dan Mulai GESER Peran Kuat Politik Luhut Pandjaitan?
• Tanaman Diduga Ganja Ditemukan di Anambas, Ditanam di Kebun Warga
• Sinopsis Serial Ishq Mein Marjawan ANTV Hari Ini, Selasa (30/7), Deep Mencintai Aarohi?