BATAM TERKINI

Aturan Baru! 300 Unit Taksi Online Batam Bakal Dapat Izin Operasional

Badan usaha ASK atau taksi online di Batam hanya mendapatkan jatah kuota 300 unit yang mendapat izin operasional dari Dinas Perhubungan Kepri.

Aturan Baru! 300 Unit Taksi Online Batam Bakal Dapat Izin Operasional
TRIBUNBATAM.id/Ganjar Witriana
Ilustrasi Taksi Online di Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - 13 badan usaha Angkutan Sewa Khusus (ASK) atau lebih dikenal dengan taksi online di Batam, mendapat kuota izin prinsip armada masing-masing 23 unit dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri.

Kuota ini terbilang masih kecil, jika dibandingkan keberadaan taksi online yang sudah beroperasi di lapangan.

Hal ini, juga menjadi pertanyaan para perwakilan badan usaha ASK yang hadir pada pertemuan Kamis (1/8/2019) itu di Gedung Graha Kepri, Batam, Kepri di Batam Center.

PT Diva Citra Sejati misalnya. Dari awal, perusahaan ini mengajukan izin operasional untuk 625 unit kendaraan. Sedangkan PT Suluh, sebanyak 185 unit kendaraan. Belum lagi dengan pengajuan dari 11 badan usaha ASK lainnya.

Sementara kuota izin prinsip armada yang diberikan pemerintah, hanya 300 unit, dan kuota ini dipukul rata untuk 13 badan usaha. Masing-masing mereka mendapat 23 unit.

"300 itu kan kuota sementara. Kami nggak memaksa itu (harus 625 unit)," kata Direktur PT Diva Citra Sejati, Sawir, Kamis (1/8/2019).

Sementara ini, mereka akan mengikuti dulu ketentuan yang sudah diatur pemerintah.

Aturan Baru! Hanya 300 Unit Taksi Online Batam Bakal Dapat Izin Prinsip

Dapat Lampu Hijau, Taksi Online Batam Segera Urus Izin Operasional

Selama 2019, Jasa Raharja Kepri Santuni Korban Kecelakaan hingga Rp 8,146 Miliar

KABAR GEMBIRA! Taksi Online Batam Dapat Perpanjangan Izin Prinsip & Kuota Armada

Setelah selesai perizinan untuk 23 unit armada, mereka akan mengajukan penambahan kuota lagi.

"Kami ajukan 625 itu, karena ukuran kuota untuk angkutan sewa khusus di Batam, menurut kami lebih dari 300 unit," ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kepri, Frengki Willianto membenarkan, kuota izin prinsip 300 unit ini memang masih sementara.

Mereka masih ingin melihat respon masyarakat di lapangan.

"Setelah izin dikeluarkan dan dirasa perlu ada penambahan, nanti akan dibahas lagi," kata Frengki.

Meski begitu, ia mengakui untuk tingkat Kota Batam, kuota armadanya memang di atas 300 unit.

Untuk penambahan kuotanya kedepan, perlu duduk bersama lagi dengan stakeholder terkait, seperti Dishub Batam, kepolisian, dan pihak lain yang memiliki badan usaha angkutan umum lainnya. (tribunbatam.id/dewi haryati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved