Potensi Bencana Alam di Kabupaten Anambas Sangat Besar, Namun Perda BPBD Belum Tuntas Dibahas

Lokasi tanah longsor di Jalan Jalan Ibrahim Sattah, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri intai pengendara.

Potensi Bencana Alam di Kabupaten Anambas Sangat Besar, Namun Perda BPBD Belum Tuntas Dibahas
TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman
Anggota Polres Anambas gotong-royong membersihkan tumpahan tanah yang masuk ke ruas jalan Ibrahim Sattah Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri bulan lalu. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Potensi tanah longsor mengintai pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Ibrahim Sattah, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri Kamis (1/8/2019).

Belum ada langkah nyata dari pihak terkait untuk mengatasi bukit bermaterial tanah yang kian tergerus itu.

Posisi bukit itu persis berada di samping jalan raya.

Hanya ada tumpukan karung bekas yang ditumpuk jajaran anggota Kepolisian Resort (Polres) Anambas bersama instansi terkait pada Juni 2019 lalu.

Wanita Ini Memotong Alat Vital Mantan Suami: Jika Saya Tak Bisa Memilikinya, yang Lain Juga Tidak

Inilah Manfaat Puasa Bulan Dzulhijjah Serta Panduan Tata Cara Shalat Idhul Adha

Jasa Raharja Ikut Berperan Dalam Perizinan Taksi Online, Berikan Perlindungan Sosial Pada Masyarakat

Suzuki Ertiga Cross Bakal Dirilis di India, Cek Penampakannya

Dari arah Tarempa, terlihat tanda yang dipasang oleh Polres Anambas kepada pengendara sepeda motor agar selalu berhati-hati ketika melintas di titik lokasi tersebut.

Bentuk jalan yang menurun dari Tarempa, memang mengharuskan pengendara sepeda motor untuk ekstra hati-hati.

Anggota Polres Anambas gotong-royong membersihkan tumpahan tanah yang masuk ke ruas jalan Ibrahim Sattah Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri bulan lalu.
Anggota Polres Anambas gotong-royong membersihkan tumpahan tanah yang masuk ke ruas jalan Ibrahim Sattah Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri bulan lalu. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)

Persis di tepi jalan, material tanah menutupi aspal.

Bila tanah kering, bisa saja kondisi jalan menjadi licin.

Ini belum lagi ditambah dengan bentuk jalan yang berkelok setelah ‎tebing yang longsor itu.

Kondisi cuaca yang jarang turun hujan, mungkin sedikit membantu sehingga tanah tidak banyak jatuh ke jalan.

Namun bila ‎hujan dengan intensitas sedang turun, tanah tebing itu dapat jatuh sampai ke jalan.

Potensi tanah longsor sebelumnya sempat disampaikan panitia khusus (Pansus) Ranperda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Anambas, Yusli, YS.

Bentuk daratan bukit dan bebatuan serta bersinggungan dengan laut sewaktu-waktu berpotensi terjadi bencana di Anambas.

Ingin Membeli Mobil? Cek Daftar Pilihan Mobil Seken di Bawah Rp 150 Jutaan

Live Streaming Didi Kempot di Kompas TV, Malam Ini Jam 20.00 WIB

Kebakaran KM Sembilang, Polres Karimun Datangkan Keluarga Korban Tewas dari Lampung dan Semarang

Batam Masih Jadi Kota Favorit Penyelundupan Narkoba, Kurir Narkoba Asal Batam Ditangkap di Palembang

"Anambas punya potensi bencana yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, semua pihak dapat mengambil bagian sesuai peran dan fungsinya," ujar politisi PDI Perjuangan itu dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan Rabu (31/7/2019) siang. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved