Jumat, 10 April 2026

BATAM TERKINI

Staf DPRD dan Mahasiswa Adu Jotos, Polisi Akan Minta Rekaman CCTV di Gedung DPRD Batam

Perseteruan fisik antara oknum pegawai pengamanan dalam (Pamdal) gedung DPRD Kota Batam versus Mahasiswa Ibu Wina Batam berbuntut panjang.

TRIBUNBATAM.ID/ARGIANTO DA NUGROHO
Pewakilan mahasiswa STIE Ibnu Sina Batam terlibat adu jotos dengan staf honorer DPRD Batam usai demo di kantor PLN Batam, Selasa (30/7/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kapolsek Batam Kota AKP Ricky Firmansyah mengatakan, pihaknya sedang mengumpulkan bukti pendukung terkait peristiwa adu jotos antara mahasiswa STIE Ibnu Sina dan staf DPRD Kota Batam, Selasa (30/7/2019) pagi.

Bukti tersebut termasuk rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di gedung DPRD yang terletak di Jalan Engku Putri,  Batam Center itu.

"Mahasiswa sudah membuat laporan. Iya, nanti kita minta rekaman CCTV," kata AKP Ricky Firmansyah kepada Tribunbatam.id.

Ricky mengatakan, laporan yang masuk ke Polsek Batam Kota hanya dari mahasiswa.

Sementara pihak Pamdal gedung DPRD Kota Batam kemungkinan besar melapor ke Polresta Barelang.

Sebelumnya, aksi kericuhan di lobi gedung DPRD Kota Batam antara mahasiswa dan pegawai DPRD Kota Batam, Selasa (30/7/2019)  pagi berbuntut panjang.

Setidaknya tiga mahasiswa mengalami luka-luka dalam insiden berdarah itu. 

Korban antara lain, mahasiswa STIE Ibnu Sina semester VII bernama Akbar yang mengalami luka di bagian bibir.

Kedua mahasiswa STIE Ibnu Sina semester VII Habibi tangan luka.

Kebakaran Kapal KMP Sembilang di Karimun: Kami Dengar Rintihan Korban

Wawako Batam Amsakar & Istri Naik Haji ke Tanah Suci: Mohon Doa Masyarakat Batam dan Kepri

Bantah Tolak Bayi Prematur, Begini Penjelasan Rumah Sakit Graha Hermine Batam

Dan ketiga mahasiswa STIE Ibnu Sina semester VII Handrifansyah Kurniadi lebam di leher akibat dicekik. 

Ketiganya ditemani belasan mahasiswa lain mendatangi Mapolsek Batam Kota untuk membuat laporan polisi.

Ketiganya masih dimintai tanggapan oleh kepolisian. 

Yogi, salah satu mahasiswa saat dijumpai di Mapolsek mengatakan, tujuan mereka ke gedung dewan itu untuk istrahat sejenak.

Usai menggelar aksi di kantor PLN Bright Batam. Dalam rangka menuntut PLN karena sering memadamkan lampu. 

"Kami datang tidak dalam anarkis. Kami bertujuan  untuk meminta sumbangan ke dewan buat beli makan dan minum. Karena kami tak punya uang beli minum. Kami haus karena kena terik saat kami berorasi," kata Yogi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved