Selasa, 21 April 2026

BATAM TERKINI

Staf DPRD dan Mahasiswa Adu Jotos, Polisi Akan Minta Rekaman CCTV di Gedung DPRD Batam

Perseteruan fisik antara oknum pegawai pengamanan dalam (Pamdal) gedung DPRD Kota Batam versus Mahasiswa Ibu Wina Batam berbuntut panjang.

TRIBUNBATAM.ID/ARGIANTO DA NUGROHO
Pewakilan mahasiswa STIE Ibnu Sina Batam terlibat adu jotos dengan staf honorer DPRD Batam usai demo di kantor PLN Batam, Selasa (30/7/2019). 

Saiful,  mahasiswa STIE Ibnu Sina mengungkapkan, sebagian pegawai sudah sumbang suka rela. Hanya, belakangan ada oknum pegawai di gedung DPRD Kota Batam yang mengenakan baju seragam biru honorer berlaku kasar.

Terjadi adu mulut. Sebab, menurut honorer itu terganggu aktivitas di dalam lantaran keberadaan mahasiswa itu. 

"Padahal kami datang baik-baik. Malah terjadi cek cok mulut. Di situlah kami didorong. Ketiga teman-teman kami terluka. Kami gak terima makanya kami buat laporan," kata Muhammad Saiful. 

Mahasiswa berharap polisi segera menangkap pelaku.

Sebab menurut mahasiswa ini,  perlakuan kepada ketiga teman mereka dianggap tak manusiawi.

"Kayak binatang kawan kami dipijak-pijak. Kami ada bukti video dan foto. Makanya kami minta agar persoalan ini ditanggapi serius," kata mahasiswa lain.

Pegawai pengamanan dalam gedung DPRD Kota Batam tidak terima disudutkan dalam pemberitaan.

Terkait adu jotos pegawai pengamanan dalam gedung DPRD Kota Batam versus sejumlah mahasiswa Ibnu Sina Batam

Pegawai Albert Hutapea kepada Tribunbatam.id,  mengatakan,  pihaknya tidak terima dia dan teman-temannya disudutkan dalam pemberitaan.

"Seolah-olah kami yang menyerang mahasiswa itu. Bahkan dalam berita foto, foto saya dikasih tanda panah. Tidak benar kami menyerang mereka (mahasiswa,red)," kata Albert.

Diceritakan Albert,  awal kejadian insiden Selasa (30/7/2019) kata Albert,  siang sekitar delapan mahasiswa datang ke gedung DPRD. Mahasiswa itu membawa kardus dengan tujuan meminta uang makan di kantor dewan. Selanjutnya,  beberapa di antaranya masuk ke ruang fraksi. Dan dilanjutkan ke lantai dua.

"Setelah itu saya tanya. Izin sama siapa ke atas. Di sini kan harus ada izin ke atas. Lalu mahasiswa itu sudah izin ke Satpol PP. Saya tanya,  Satpol PP yang mana. Saya di sini pengamanannya. Di situ terjadi cekcok," tambah Albert.

Saat mahasiswa turun di situlah terjadi gesekan fisik. Albert mengatakan, mahasiswa menuding mereka melukai mahasiswa itu. Bahkan sebaliknya kata Albert,  justru mereka diserang duluan. Gesekan fisik hingga di lobi pun terjadi. (tribunbatam.id/leo halawa) 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved