Perang dagang AS vs China
Trump Umumkan Tarif Baru, Beijing Membalas: Kami Hindari Perang, Tapi Tak Takut Bertempur
China percaya tidak akan ada pemenang perang dagang ini dan tidak ingin berperang. Tapi kami tidak takut untuk bertarung jika perlu
TRIBUNBATAM.ID, BANGKOK - Perang dagang AS vs China sepertinya bakal berkobar lagi.
Di Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba-tiba mengumumkan bahwa ia akan mengenakan tarif baru pada impor China senilai US $ 300 miliar.
Sementara itu di Bangkok, Thailand, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mencoba menggoreng isu klasik pelanggaran HAM di China di depan sejumlah delegasi Asia Tenggara yang menggelar pertemuan di Bangkok.
“Selama beberapa dekade, China telah mengambil keuntungan dari perdagangan. Sudah waktunya untuk itu berhenti, "katanya seperti dilansir South China Morning Post.
• Gempa 7,4 SR Guncang Banten Jumat (2/8) Terasa hingga Yogyakarta, Warga Berhamburan
• Perang Dagang AS vs China Meletup Lagi. Trump Umumkan Tarif Impor Produk China, Ritel AS Terguncang
• BREAKINGNEWS! Gempa 7,4 SR Guncang Banten Jumat (2/8) Malam, Berpotensi Tsunami
"Masalah-masalah China adalah masalah dalam negeri, tetapi konfrontasi Presiden Trump terhadap praktik-praktik perdagangan tidak adil Tiongkok telah membantu menyinari masalah-masalah itu," kata Pompeo dalam pidatonya di depan para eksekutif bisnis itu.
“Kami ingin masalah perdagangan kami diselesaikan secepat mungkin. Yang kami inginkan adalah agar Tiongkok bertanding di level yang sama dengan yang lain. Ini tidak hanya bermanfaat bagi kami, tetapi Anda, dan sistem perdagangan global juga. "
Keputusan Trump yang menerapkan tarif 10 persen terhadap hampir seluruh produk China ini langsung mendapatkan reaksi keras Beijing.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan, menambahkan tarif lebih lanjut bukanlah cara untuk menyelesaikan friksi perdagangan antara Beijing dan Washington.
"Saya mengetahui (pengumuman itu)," kata Wang kepada wartawan di sela-sela pertemuan negara-negara Asia Tenggara di Thailand.
“Menambahkan tarif jelas bukan cara yang konstruktif untuk menyelesaikan masalah ekonomi dan perdagangan. Itu bukan cara yang benar. ”

Beijing mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya tidak akan "menyerah" menawarkan konsesi perdagangan ke Amerika Serikat.
Tetapi mereka berjanji akan membalas jika Donald Trump melanjutkan ancamannya untuk mengenakan tarif lebih banyak.
Kementerian luar negeri dan perdagangan mengatakan AS harus "menanggung semua konsekuensinya" jika itu terjadi.
Beijing menuntut lebih banyak ketulusan dari Washington jika negosiasi terus dilanjutkan menyusul pengumuman terbaru Trump.
Juru bicara kementerian luar negeri China Hua Chunying mengatakan pengumuman Trump telah melanggar kesepakatan yang dicapai antara kedua negara setelah pertemuan puncak antara Trump dan Xi Jinping akhir Juni di Osaka.