Perang dagang AS vs China
Trump Umumkan Tarif Baru, Beijing Membalas: Kami Hindari Perang, Tapi Tak Takut Bertempur
China percaya tidak akan ada pemenang perang dagang ini dan tidak ingin berperang. Tapi kami tidak takut untuk bertarung jika perlu
Dalam twitnya, Trump mengaku tidak puas dengan hasil pertemuan delegasi AS dan China di Shanghai, dua hari lalu.
Ia mengatakan, pertemuan tingkat tinggi di Shanghai menghasilkan terlalu sedikit terkait konsesi dari Beijing untuk menghentikan kebuntuan pedagangan kedua negara.
"China setuju untuk membeli produk pertanian dari AS dalam jumlah besar, tetapi tidak melakukannya," tulis Trump dalam serangkaian tweet.
"Selain itu, teman saya, Presiden Xi mengatakan bahwa dia akan menghentikan penjualan Fentanyl ke Amerika Serikat --ini tidak pernah terjadi, dan banyak orang Amerika akan mati!"
Fentanyl adalah obat pereda nyeri yang digunakan untuk meredakan rasa sakit yang hebat dan menjadi salah satu obat bius ketika pasien akan menjalani operasi.
Pengumuman Trump seakan meledakkan gencatan senjata sejak ia bertemu dengan Presiden Xi Jinping, sebulan lalu di KTT G20 Osaka, Jepang.
Ini juga menandai eskalasi terbesar dalam perang dagang 13 bulan sejak pemimpin AS itu menaikkan tarif barang asal China senilai US $ 250 miliar dari 10 persen menjadi 25 persen, awal Mai lalu.
Berbeda dengan tarif terdahulu, pengenaan tarif terbaru ini meliputi hampir seluruh produk asal China, termasuk barang-barang ritel dalam jumlah besar.
Tarif impor ini langsung dikecam oleh Kamar Dagang AS, Federasi Ritel Nasional, Asosiasi Pemimpin Industri Ritel (RILA) dan Asosiasi Pakaian dan Alas Kaki Amerika.
Kenaikan tarif yang diumumkan Trump ini, kata mereka, akan merugikan rakyat Amerika karena mereka harus membeli lebih mahal barang-barang seperti pakaian, mainan dan barang-barang rumah tangga, kata Asosiasi Pemimpin Industri Ritel.
Tarif baru ini memukul langsung pada produk konsumen dan kebutuhan keluarga, bahkan juga mengancam produk-produk asesoris Natal tahun ini karena hampir seluruh produk Natal diimpor dari China.
Kaus kaki Natal, misalnya, 95 persen diimpor dari China, begitu juga konsol game dan mainan anak-anak juga 85 persen berasal dari China.
“Tarif adalah pajak bagi konsumen Amerika. Jika tarif ini terjadi, konsumen Amerika akan menanggung beban karena harga pasti lebih tinggi untuk barang-barang sehari-hari seperti pakaian, mainan, barang-barang rumah tangga dan elektronik, ”kata RILA dalam sebuah pernyataan yang dirilis sejumlah media AS.
.
"Keluarga Amerika seharusnya tidak menjadi pion dalam perang dagang ini," kata Myron Brilliant, wakil presiden eksekutif Kamar Dagang AS dan kepala urusan internasional.
Ia mengatakan, menaikkan tarif sebesar 10 persen pada tambahan impor senilai 300 miliar dolar AS dari China hanya akan menimbulkan rasa sakit yang lebih besar pada bisnis, petani, pekerja dan konsumen, dan merusak ekonomi AS yang kuat.”.
Wendy Cutler, mantan negosiator perdagangan AS, mengatakan bahwa kebijakan Trump ini akan membuat AS menderita.
Cutler yang sekarang wakil presiden di Institut Kebijakan Masyarakat Asia, mengatakan dalam sebuah tweet. "Jangan berharap ... Cina akan duduk diam, tarif AS$ 300 miliar plus balasan-balasan Cina akan sangat merugikan konsumen, pekerja, bisnis, dan petani di AS."