Siswi SMP Melahirkan, Tak Akui Bayi yang Dilahirkan, Pihak Laki-laki Tantang Tes DNA

Kondisi saling bantah tersebut membuat tim KPAD merasa gerah. Jika kedua belah pihak tak mencapai kata sepakat, rekomendasi bakal diterbitkan karena s

Siswi SMP Melahirkan, Tak Akui Bayi yang Dilahirkan, Pihak Laki-laki Tantang Tes DNA
(HERU DAHNUR)
Bantah Ayah dari Bayi yang Dilahirkan Siswi SMP, Pihak Laki-laki tantang Tes DNA, KPAD Pun Gerah 

TRIBUNBATAM.id - Heboh pihak keluarga laki-laki  menantang dilakukan tes DNA.

Mereka membantah Bantah ayah dari jabang bayi yang dilahirkan siswi SMP.

Hingga kini belum ada kepastian siapa yang harus bertanggungjawab atas bayi yang telah dilahrkan remeja SMP tersebut.

Tim dari KPAD pun sudah turun tangan perihal kasus yang terjadi itu

Kasus ini bermula ketika, seorang siswi SMP berinisial A (14) di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, melahirkan anak perempuan tanpa ikatan nikah.

Kisah Martha Itaar, Wanita 23 Tahun Lulusan Selandia Baru yang Berhasil Jadi Pilot Garuda Indonesia

Jika Trump Terapkan Tarif Baru untuk China, Apple Bakal Kehilangan Rp 113,7 M

Mengintip Calon Lawan Timnas U15 Indonesia Jika Lolos Semifinal Piala AFF U15 2019

Agar Kelola Keuangan Lebih Teratur, Yuk Simak Tips Berikut

Pihak keluarga perempuan pun mengadukan kasus tersebut pada pihak kepolisian.

Proses hukum ditempuh lantaran keluarga pihak laki-laki enggan bertanggung jawab terhadap anak yang telah dilahirkan.

"Sejak masih kandungan umur 8 bulan telah dilakukan mediasi.

Namun, dari pihak laki-laki tidak mengakui, bahkan menantang tes DNA," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kepulauan Bangka Belitung, Sapta Qodriah kepada Kompas.com, Jumat (2/8/2019).



Sementara dari keluarga perempuan memastikan bahwa anaknya hanya berhubungan dengan satu laki-laki hingga hamil dan melahirkan.

Kondisi saling bantah tersebut membuat tim KPAD merasa gerah. Jika kedua belah pihak tak mencapai kata sepakat, rekomendasi bakal diterbitkan karena sudah adanya laporan di kepolisian.

"Kami akan merekomendasi agar kasus ini dapat diproses lebih lanjut, sebab sudah ditangani pihak Polres Pangkal Pinang," ujar dia.

Aduan itu tertuang dalam Laporan polisi LP/B 226/Vll/2019/SPKT/RES tertanggal 12 Juli 2019, tentang dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Sekretaris KPAD Babel Try Murtini yang melakukan kunjungan ke rumah remaja perempuan mengaku prihatin dengan kejadian itu. "Keduanya sama-sama di bawah umur dan masih bersekolah. Tapi ini harus ada pertanggungjawaban," ucapnya.

Saat ini bayi perempuan seberat 2,5 kilogram dan panjang 46 sentimeter dalam kondisi sehat. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Bantah Ayah dari Bayi yang Dilahirkan Siswi SMP, Pihak Laki-laki Tantang Tes DNA, KPAD Pun Gerah
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved