Senin, 27 April 2026

Kuota CPNS Pemprov Kepri 124 Orang: 30 Persen CPNS, 70 Persen PPPK, BKN Kasih Bocoran Agar Lulus

Kuota CPNS Pemprov Kepri 124 Orang: 30 persen CPNS, 70 persen PPPK, BKN memberikan bocoran agar lulus tes CPNS.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Thom Limahekin
TRIBUNBATAM.id/DEWI HARYATI
Sebanyak 353 orang CPNS yang lolos seleksi 2018 mengikuti bimbingan dan arahan yang digelar Pemko Batam, Senin (1/7/2019) 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri sebanyak 124 orang.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Kepualaun Riau Firdaus.
"Tapi sesuai surat edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara (Menpan), presentasenya itu 30 persen CPNS dan 70 persen PPPK (Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja)," kata Firdaus, Senin (05/08/2019) di kantor Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kepri.
Firdaus menyampaikan peruntukan CPNS dan PPPK tersebut masih difokuskan pada tenaga kesehatan dan pendidikan.
"Yang diutamakan masih soal itu. Pendidikan dan kesehatan," ujar Firdaus.
Namun, sampai saat ini belum ada jadwal kapan pendaftaran dibuka.
"Yang jelas tahun ini. Tapi bulan apa pendaftaran dibuka belum ada info lanjutan," sebut Firdaus

Pemerintah memangakan menggelar kembali seleksi penerimaan CPNS.

Melihat animo rakyat Indonesia yang tinggi, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) pun membocorkan strategi jitu lolos tes CPNS 2019 yakni satu saja yang dipilih.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO)

BKN membocorkan strategi jitu lolos tes CPNS 2019, yakni hanya satu yang dipilih, diharapkan dengan ini masyarakat dapat lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi tes.

Rencananya, pembukaan seleksi akan dimulai pada Oktober 2019 mendatang.

Dilansir Grid.ID dari Kompas.com, Kepala BKN Bima Aria Wibisana menyatakan, prediksi jumlah peserta yang mengikuti seleksi bisa mencapai 5,5 juta orang.

"Untuk rencana pelaksanaan seleksi CPNS pada Oktober 2019 akan dibuka dengan dua jenis pilihan, yakni seleksi CPNS dan PPPK tahap ke dua," kata Bima sebagaimana dilansir Grid.ID dari Kompas.com pada Selasa (30/7/2019) malam.

Jakarta Masih Mati Listrik, Cek Jadwal Listrik Nyala di Situs Pelita PLN

Profesi Ahok saat ini Bocor, Pantes Selalu Didampingi Puput Nastiti, Beda dari Dugaan Banyak Orang

Hotman Paris Adakan Sayembara Rp 10 M, Pesan Farhat Abbas Bela Diri di Pengadilan Saja

Bima menuturkan, total kebutuhan ASN 2019 sebanyak 254.173, mencakup 100 ribu formasi CPNS dan 100 ribu formasi PPPK tahap ke dua.

"Dan sisanya sudah dilaksanakan pada seleksi PPPK tahap pertama," ujar Bima.

Bima menambahkan, seleksi ini nantinya akan digelar di 108 titik lokasi di seluruh Indonesia.

Kendati demikian, BKN bersama sejumlah instansi tengah menyiapkan beberapa opsi terkait titik lokasi seleksi ini.

Peserta seleksi CPNS Anambas di depan Gedung BPMS Tarempa. Sektor pemerintahan masih menjadi incaran dalam lapangan pekerjaan di Anambas.
Peserta seleksi CPNS Anambas di depan Gedung BPMS Tarempa. Sektor pemerintahan masih menjadi incaran dalam lapangan pekerjaan di Anambas. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)

Seleksi CPNS 2018 diikuti sebanyak 3.636.251 juta orang, terdiri dari 1.446.460 orang melamar di 76 instansi pusat, 2.189.791 orang melamar di 481 instansi daerah.

CPNS 2018 Papua sebanyak 12.831 orang, Provinsi Papua Barat sebanyak 6.208 orang, dan sebanyak 51.293 pelamar PPPK tahap pertama melampaui passing grade yang ditentukan.

Bima menerangkan jika untuk tahun lalu, beberapa kendala yang menyebabkan peserta tidak lolos administrasi salah satunya adalah karena database kependudukan tidak update.

Selain itu ditemukan juga sejumlah ijazah pelamar tidak sesuai kualifikasi pendidikan, foto KTP yang diunggah tidak jelas, serta kurangnya dokumen pendukung lain.

Agar bisa lolos dan melenggang dari tes CPNS perlu adanya strategi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved