Oknum TNI Mutilasi Kasir Indomaret, Ibunda Prada DP Ketemu Ibunda Vera Oktaria

Oknum anggota TNI mutilasi kasir Indomaret, Ibunda Prada DP bertemu Ibunda Vera Oktaria

ISTIMEWA
Vera Oktaria dan Prada DP 

Dalam dakwaan yang sebelumnya telah dibacakan di persidangan, terungkap juga bahwa Prada Deri Pramana gagal memutilasi hingga tuntas karena gergaji yang digunakan patah.

Prada Deri Pramana yang telah membunuh Vera Oktaria dengan cara dicekik kebingungan untuk menghilangkan jejak atas aksi kejahatannya tersebut.

Ia lalu keluar kamar penginapan dan melihat satu gergaji yang berada di dalam gudang dan digunakan untuk memotong tubuh Vera Oktaria.

"Namun, saat terdakwa mencoba memutilasi korban, gergaji itu patah," kata Mayor D Butar Butar.

Setelah gergaji patah, Prada Deri Pramana kembali keluar kamar dan membawa sepeda motor milik korban menuju ke pasar.

Di sana, ia membeli buah serta gergaji dan tas untuk dibawa kembali ke penginapan.

"Saat di penginapan, terdakwa kembali melakukan mutilasi. Namun, gergaji itu kembali patah," kata Oditur.

Sejumlah saksi dihadirkan saat persidangan, salah satunya adalah kakak Vera Oktaria, Putra.

Mendengar kesaksian Putra, Prada Deri Pramana menangis.

Hukuman Mati

Usai sidang, Suhartini meminta kepada ketua majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman seberat-beratnya lantaran terdakwa telah membunuh anaknya secara sadis.

"Saya minta hukuman setimpal, saya minta dia dihukum mati," ucap Suhartini.

Dalam kesaksiannya di persidangan, Suhartini mengaku jika Prada Deri Pramana sempat beberapa kali datang ke rumah korban untuk mengajak Vera Oktaria jalan.

Permintaan itu ditolak korban karena terdakwa sering menganiaya Vera Oktaria.

"Mak, aku mau putus dari dia, karena aku sering dipukul,"kata Suhartini menirukan perkataan Vera Oktaria sebelum meninggal saat persidangan.

Bukan hanya itu, saat pelantikan di Lahat sebagai anggota TNI, Vera Oktaria pun enggan menghadirinya meskipun saat itu telah dijemput oleh orangtua terdakwa.

"Pernah waktu itu, anak saya nolak untuk diajak jalan dia marah. Bahkan teralis rumah bunyi seperti benturan. Saya langsung keluar, saya kira Fera dipukul terdakwa. Fera bilang DP memukul kepala sendiri. Sudah sering anak saya bilang dia ini cemburuan sering lakukan kekerasan kepada anak saya," ujarnya.

Sebelum kejadian, keluarga Vera Oktaria pun telah waspada dengan tingkah laku Prada Deri Pramana karena mereka mengatahui jika terdakwa kabur dari tempat latihan.

Suhartini pun sempat cemas dengan kondisi Vera Oktaria yang selalu pulang larut malam karena bekerja sebagai kasir minimarket.

Ia sempat ingin menjemput anaknya tersebut usai bekerja.

"Kami tahu dia kabur dari tempat latihan setelah komandannya menelpon kakak Fera. Dari sana kami mulai curiga dan bilang kepada Fera untuk hati-hati karena dia ini buronan, anak saya bilang tidak apa-apa tidak usah dijemput pulang sendiri saja," ujar Suhartini.

Namun, Suhartini begitu cemas mengetahui Vera Oktaria tak kunjung pulang ke rumah tanpa kabar.

Pihak keluarga pun akhirnya melakukan pencarian dan membuat laporan ke Polresta Palembang sampai Vera Oktaria ditemukan dalam kondisi termutilasi di salah satu kamar penginapan di Kabupaten Musi Banyuasin.

"Dia harapan keluarga dan anak bungsu kami. Saya merasa sakit, Pak," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved