Jumat, 10 April 2026

Panas Menyengat Landa Jepang, 57 Tewas, 18 Ribu Orang Dirawat di Rumah Sakit

Gelombang panas yang melanda Jepang dalam sepekan terakhir telah menewaskan 57 orang dan 18 ribu lebih warga terpaksa dirawat di rumah sakit

mainicihi.com
Warga Jepang berusaha melindungi diri dari panas yang mencapai 35C. Dalam seminggu terakhir, 57 orang dilaporkan tewas dan belasan ribu orang dirawat di rumah sakit 

TRIBUNBATAM.ID, TOKYO - Gelombang panas yang melanda Jepang dalam sepekan terakhir telah menewaskan 57 orang dan 18 ribu lebih warga terpaksa dirawat di rumah sakit.

Secara keseluruhan, 18.347 orang dirawat di rumah sakit dalam sepekan terkait akibat serangan panas, naik tiga kali lipat dari minggu sebelumnya 5.664 orang.

Angka itu merupakan tertinggi kedua sejak cuaca panas akibat badai tropis tahun 2008, menurut Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang.

Suhu di pusat Kota Tokyo dilaporkan melonjak hingga 32,5C pada jam 9 pagi.

Keputusan Tarif Baru Membuat Pasar Kacau-balau, AS Malah Tuduh China Manipulator Mata Uang

Daftar Penghargaan Piala Presiden 2018, Zulham Zamrun Pemain Terbaik, Madura United Tim Fairplay

Kaget Besok Ibu Negara Kunjungi Kampungnya, Warga: Jangankan Gubernur, Walikota Aja Belum Pernah

Warga lanjut usia di atas 65 tahun, menyumbang lebih dari setengah dari total warga Jepang yang harus mendapat perawatan kata pejabat kesehatan.

Pada hari Selasa pagi, Kyodo News melaporkan, pemerintah terpaksa melakukan pemadaman listrik dan menangguhkan beberapa layanan kereta api, setelah sembilan penumpang dibawa ke rumah sakit akibat sistem AC yang gagal di kereta api.

Warga berjalan di bawah uap air untuk melindungi cuaca panas di Tokto (Kyodo News)

Pemadaman listrik dilakukan pukul 8:30 pagi dan sejumlah kereta api dibiarkan teronggok di sejumlah stasiun di jalur yang dioperasikan oleh Keisei Electric Railway, serta Jalur Toei Asakusa dan Jalur Hokuso.

Mereka yang dibawa ke rumah sakit mengeluhkan gejala, mulai dari tangan mati rasa sampai pusing, tetapi semua dalam kondisi sadar, kata Pemadam Kebakaran Tokyo.

Menurut Keikyu Corporation, pengelola kereta api, AC di dalam gerbong tidak dapat digunakan sehingga penumpang hanya dapat membuka jendela atau mendekatkan diri di dekat kipas.

Ratusan penumpang memilih turun dari kereta api karena hal itu tidak memadai untuk mengurangi panas di dalam gerbong yang biasanya padat pada jam-jam sibuk.

“Sebuah pengumuman memberi tahu kami untuk membuka jendela, dan penumpang bekerja sama untuk melakukannya. Tetapi saya merasa takut ketika melihat orang-orang dibawa pergi dengan tandu,” kata seorang wanita 54 tahun yang telah berada di salah satu kereta.

Di stasiun kereta api Bandara Narita, staf Keikyu menyarankan orang-orang yang menuju ke Tokyo untuk menggunakan jalur atau bus Kereta Api Jepang.

Warga di jalanan melindungi tubuh mereka dari panas yang menyengat menggunakan payung, namun sejumlah jalur pejalan kaki, oleh pemerintah Tokyo, disemprot dengan uap air.

Peringatan untuk wisatawan

Para wisatawan yang datang ke Jepang juga telah diperingatkan untuk mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk menghindari efek dari kenaikan suhu selama gelombang panas yang mencapai rekor.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved