Kamis, 16 April 2026

Panas Menyengat Landa Jepang, 57 Tewas, 18 Ribu Orang Dirawat di Rumah Sakit

Gelombang panas yang melanda Jepang dalam sepekan terakhir telah menewaskan 57 orang dan 18 ribu lebih warga terpaksa dirawat di rumah sakit

mainicihi.com
Warga Jepang berusaha melindungi diri dari panas yang mencapai 35C. Dalam seminggu terakhir, 57 orang dilaporkan tewas dan belasan ribu orang dirawat di rumah sakit 

Di antara 926 pos pemantauan di seluruh negeri, 340 melaporkan suhu di atas 30 derajat.

Kawasan Ichihara di Prefektur Chiba, dekat Tokyo, bahkan mencapai 35,7 derajat, diikuti oleh Obihiro di Hokkaido Jepang utara dan Ishikawa di Fukushima yang keduanya mencapai 35,5 derajat.

Suhu di Hokkaido mencapai 39,5 derajat pada hari Minggu, angka tertinggi yang pernah tercatat di bulan Mei di mana saja di Jepang dan suhu tertinggi yang pernah dilaporkan di prefektur. Tinggi sebelumnya adalah 37,2 derajat pada Mei 1993 di Prefektur Saitama, tepat di utara Tokyo.

Cuaca ekstrem di ujung utara Jepang, tetapi sekitar 60 persen dari semua stasiun pemantauan cuaca di seluruh negeri membukukan pembacaan 30 derajat atau lebih tinggi.

Gelombang panas mematikan Jepang sekarang diklasifikasikan sebagai 'bencana alam' oleh pemerintah Jepang.

Ada kekhawatiran khusus untuk wisatawan, terutama dari negara-negara dengan iklim yang lebih sejuk dan kurang lembab.

"Kami memberi tahu semua pelanggan yang mengunjungi gerai ritel kami bahwa mereka perlu mengambil tindakan pencegahan sebanyak mungkin," kata Kaori Mori, juru bicara biro perjalanan JTB Corp.

"Kami pikir komunikasi langsung adalah cara terbaik untuk menyampaikan pesan dan kami memberitahu orang-orang bahwa mereka perlu menutupi kepala atau memakai topi, serta minum banyak air untuk menghindari dehidrasi," katanya.

Turis Eropa di Jepang (Kyodo News)

Lebih dari 8,1 juta turis asing berbondong-bondong ke Jepang pada bulan Juni, Juli dan Agustus tahun lalu dan merupakan bulan-bulan tertinggi kunjungan.

Kementerian Lingkungan Jepang juga meluncurkan kampanye yang mendorong laki-laki untuk membawa payung, pelindung yang biasanya hanya akrab di kalangan wanita.

Kementerian mempromosikan konsep "higasa danshi", yang berarti “payung matahari pria”.

Anak-anak menyerbu air mancur di pusat kota untuk mendinginkan badan (Japan Times)
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved