Senin, 27 April 2026

Pulau Buntal Batam Nyaris Tenggelam Akibat Penambangan Pasir, DPRD Batam Akan Cek Langsung

Pulau buntal yang dulunya seluas 2 hektar, kini hanya tersisa 50 km persegi akibat adanya penambangan pasir ilegal disana

Editor: Eko Setiawan
tribunbatam/istimewa
kerusakan lingkungan akibat aktivitas penggalian pasir ilegal di Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Hang Nadim, Batam, Selasa (14/8/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Salah satu pulau di Batam, Pulau Buntal nyaris tenggelam.

Pulau yang terletak di Kampung Kelembak, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepri ini menjadi sasaran aktivitas tambang pasir.

Keberadaan pulau ini tampaknya juga masih jarang tersentuh dengan program-program pemerintah.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Harmidi Umar Husein mengaku pihaknya sangat menyayangkan hal tersebut.

Tak hanya diam, Komisi I segera selidiki bagaimana kondisi pulau Buntal tersebut hingga saat ini.

"Kami segera turun kelapangan. Kondisi ini tak bisa didiamkan," ujar Harmidi kepada Tribun, Rabu (7/8/2019).

Video-Soal Tambang Pasir Ilegal di Pulau Buntal Batam, Walikota: Rudi Tak Pernah Tandatangan

Tambang Pasir Ilegal Pulau Buntal Batam, Siapa Dibalik Tambang yang Bikin Pulau Nyaris Tenggelam

Soal Tambang Pasir Ilegal di Pulau Buntal Batam, Walikota: Rudi Tak Pernah Tandatangan

Padahal, kata Harmidi, beberapa hari lalu dirinya baru meninjau Kampung Tua di Kelembak.

Tapi tak ada masyarakat yang mengadu.

"Memang ada 2 pulau di area Kelembak itu," katanya.

Sebelumnya begitu banyak cerita tersisa di Pulau Buntal, Kota Batam.

Hampir hilang akibat penambangan pasir ilegal, pesona pulau itu tak lekang oleh waktu.

Hanya tersisa 50 meter persegi, pulau itu kini akan dijadikan sebagai tempat wisata.

Penerbangan ke Beijing Lewat Batam, Dibahas Dubes RI untuk RRT dan Mongolia

Tanggapan Mantan Dirut PLN Soal Pohon jadi Penyebab Listrik Padam: Bukan Penyebab, Kalau Pemicu Bisa

BP Batam Gelar FGD Pentingnya Dokumen Lingkungan Dalam, Guna Mengelola Aset-aset di Batam

PLN Klaim Sudah Bayarkan Kompensasi Hampir Rp 1 Miliar Terkait Pemadaman Listrik Untuk Masyarakat

“Awalnya sekitar dua hektar, sekarang sisa segitu (50 meter). Ke depan, akan dijadikan obyek wisata kuliner dan mangrove,” jelas Badri, Lurah Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, membuka cerita.

Bak cerita Atlantis, pesona pulau itu terus menyisakan suatu misteri. Apalagi, pesonanya kian ‘seksi’ setelah Kementerian Pariwisata serta Dinas Pariwisata Kota Batam ikut mendukung pengelolaan pulau menjadi tempat wisata.

Badri mengatakan, ini juga selaras dengan target Kota Batam ke depan, menjadi kota wisata.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved