Pramugari Lion Air Ini Tewas Alami Gagal Organ, 3 Hari Setelah Digigit Nyamuk
Seorang pramugari Lion Air dilaporkan meninggal dunia karena gigitan nyamuk.
TRIBUNBATAM.id- Pramugari Lion Air Ini Tewas Alami Gagal Organ, 3 Hari Setelah Digigit Nyamuk.
Jangan sepelekan gigitan nyamuk, jika tak ingin bernasib sama dengan pramugari Lion Air Ini.
Seorang pramugari Lion Air dilaporkan meninggal dunia karena gigitan nyamuk.
Pramugari Lion Air ini meninggal usai 3 hari sebelumnya digigit nyamuk.
Akibat gigitan nyamuk tersebut, pramugari Lion Air ini mengalami berbagai komplikasi kesehatan.
Komplikasi akibat gigitn nyamuk tersebut antara lain pendarahan internal, syok, bahkan kegagalan organ.
• Gedung Baru MRO Lion Air dan Sekolah Vokasi Pesawat, Harapkan Anak Batam Jadi Perawat Pesawat
• Lion Air Beri Diskon 50%, Harga Tiket Pesawat Jakarta-Bali Seharga Rp 700 ribuan
• Kekasih Pramugari Lion Air JT610 Unggah Foto di Samping Peti Jenazah Sang Pacar
• Tips Cegah Gigitan Nyamuk Demam Berdarah, Hindari Obat Nyamuk Bakar Atau Semprot Di Rumah
Masih berusia 25 tahun, pramugari Lion Air Thailand bernama Apitchaya Jareondee ini harus meregang nyawa akibat gigitan nyamuk.
Sebagaimana diberitakan oleh The Sun, Apitchaya mengalami demam tinggi usai mengeluh digigit nyamuk.
Demam tinggi bukan satu-satunya keluhan yang dialami oleh Apitchaya.
Ia juga dilaporkan menderita sakit kepala, yang akhirnya mengharuskan pramugari cantik ini dibawa ke dokter.
Oleh keluarganya, Apitchaya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Lanna yang terletak di Chiang Mai, Thailand Utara.
Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, dokter akhirnya tahu apa yang dialami oleh Apitchaya.
• Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Lengkap Beserta Arti dan Keutamaannya, Tanggal 7 Dzulhijjah 1440 H
• Ramalan Zodiak Asmara Hari Ini Kamis 8 Agustus 2019, Aries Gengsi, Capricorn Kurang Perhatian
• Enzo Taruna Akmil TNI Blasteran Prancis Kini Sedang Tersandung Masalah, Lihat Postingan Facebook
• Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 8 Agustus 2019, Gemini Butuh Liburan, Virgo Bersabar, Leo Awas Penipu
Dokter membenarkan bahwa gigitan nyamuk yang dialami oleh Apitchaya memang menjadi faktor utama gangguan kesehatan yang ia alami.
Rupanya Apitchaya menderita demam berdarah akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
Dokter kemudian menyarankan keluarga dan Apitchaya untuk melakukan cek darah setiap hari.
Namun, demam berdarah yang dialami oleh Apitchaya justru makin memburuk.
Apitchaya mengalami komplikasi yang lebih parah, seperti pendarahan internal, syok, dan kegagalan organ.
Akhirnya, Senin (5/8/2019) Apitchaya meninggal dunia.
• Kapolsek Gunung Kijang Tak Tega Tangkap Penambang Batu Granit, Ini Kata AKP Dunot P Gurning
• Ditangkap saat Pindahkan Jutaan Batang Rokok, Begini Kronologi Penangkapan KM Mawar di Batam
• BREAKINGNEWS! Mantan Pemain Timnas Budi Sudarsono Resmi Jadi Pelatih PS Batam
• 5 Fakta Kasus Bripda DP, Oknum Polisi yang Hamili dan Aniaya Pacar, Gigi Geraham sampai Tanggal
Jenazah Apitchaya kemudian dibawa ke kampung halamannya di Provinsi Nan.
Mengutip pemberitaan Daily Star, sepupu Apitchaya, Surin Jareondee mengatakan bahwa selama ini keluarganya sudah berusaha menjaga kebersihan apalagi di musim hujan di mana nyamuk demam berdarah berkeliaran.
Keluarga Apitchaya sudah menutup jendela dan melakukan usaha lain agar tidak terpapar nyamuk Aedes Aegypti.
"Ini sudah masuk musim hujan dan banyak nyamuk berkeliaran di halaman rumah.
"Cuacanya juga sedang tidak bagus, jadi kita jarang keluar rumah dan menutup pintu serta jendela.
"Tapi nyamuknya memang ada di mana-mana," kata Surin sebagaimana Grid.ID kutip dari artikel terbitan Daily Star.
• Rekomendasi 5 Pusat Perbelanjaan Terpopuler di Taipei, Ada Kerajinan Tangan
• Penambang Batu Granit di Bintan Sudah Merambah ke Kawasan Hutan Lindung Gunung Lengkuas
• Ramai Penikmatnya di Indonesia, Ini Asal Usul Thai Tea yang Punya Banyak Manfaat
• Gadis 16 Tahun Jadi Korban Usai Dibonceng 3 Pria, Dijemput dari Rumah lalu Dijebak Pesta Miras
Lebih lanjut, usai insiden yang menimpa Apitchaya ini, pihak desa melakukan sejumlah tindakan pencegahan berupa fogging alias penyemprotan nyamuk.
Akibat peristiwa yang menimpa sepupunya, Surin kini menjadi lebih waspada dan tak mau menganggap remeh peran nyamuk lagi.
"Tadinya kami selalu meremehkan nyamuk, tapi ternyata salah.
"Mereka ternyata jauh lebih berbahaya ketimbang yang kami duga.
"Coba saja kami lebih awas soal hal ini (sebelum Apitchaya jadi korban).
"Kalau saja kami tahu soal bahayanya seperti ini, mungkin Apitchaya bisa selamat," lanjut Surin.
• Kabupaten Anambas Miliki Bandara Letung dan Matak, Ini Rute Pesawat dari Kedua Bandara
• Dinkes Gelar Pertemuan Koordinasi Gerak Cepat Tingkat Provinsi Kepri
• Koleksi Merdeka di Manzone Batam, Tampilkan Desain Khusus Warna Cerah
• Promo Smart Space Ideas Ace Hardware Batam, Aneka Rak Ada Diskon Khusus
Sama seperti Indonesia, nyamuk juga ditemukan berkembang biak di wilayah Thailand yang beriklim tropis.
Di Indonesia sendiri, untuk mencegah berkembangnya nyamuk demam berdarah, pemerintah selalu menggalakkan program 3M.
Yakni dengan menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang-barang yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk demam berdarah. (Andika Thaselia)
*Artikel ini telah tayang di Grid.id dengan judul 3 Hari Setelah Digigit Nyamuk, Pramugari Lion Air Ini Tewas Karena Alami Gagal Organ
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/08082019_pramugari-lion-air-meninggal-digigit-nyamuk.jpg)