BATAM TERKINI
Dukung Kelistrikan Batam, TJK Power Berencana Bangun 2 Pembangkit Baru
Untuk mendukung kelistrikan di Batam, PT TJK Power berencana membangun dua pembangkit baru.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Untuk mendukung kelistrikan di Batam, PT TJK Power berencana membangun dua pembangkit baru.
Perusahaan penyedia tenaga listrik yang membangun dan mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara di wilayah Tanjung Kasam, Batam itu menyatakan, kesiapannya membangun tambahan pembangkit listrik dalam dua tahun ke depan.
Hal tersebut seperti disampaikan Ahmad Baihaqi Basyarah, Direktur Pengembangan Bisnis dan Usaha PT TJK Power di seIa-sela kegiatan CSR Perusahaan dalam menyambut ldul Adha 1440H.
"PLTU Tanjung Kasam yang berkapasitas 2x55MW telah beroperasi sejak 2012 merupakan pembangkit yang cukup handal dimana secara rata-rata kami berhasil memasok listrik di atas 85% (availability factor/AF) kepada PT PLN Batam sejak beroperasi hingga saat ini," ujar Baihaqi.
Bahkan, di sepanjang tahun 2019 ini, pihaknya telah mendukung PT PLN Batam dalam sistem kelistrikan dengan cara memundurkan jadwal pemeliharaan major.
"Jadwal pemeliharaan major ini seharusnya setiap lima tahun sekali kami laksanakan. Kalau melihat jadwal yang pertama, harusnya kami sudah lakukan lagi di bulan Juli 2019 kemarin. Tapi karena permintaan PLN Batam, kami mundurkan menjadi bulan Oktober 2019," ujarnya.
• 7 Tempat Wisata Ikonik di Singapura, Ada Patung Mitologi Tiongkok Haw Par Villa
• Mau Belanja ke Negeri Jiran? Inilah 3 Pasar Tradisional Terpopuler di Malaysia
• TJK Power Serahkan 6 Ekor Hewan Kurban bagi Masyarakat Seputar Punggur
Ia mengatakan proses pemeliharaan major biasanya memakan waktu sekitar 35 hari per pembangkit.
Saat pemeliharaan major biasanya mesin yang dirawat total akan di shut down dan beroperasi.
Meskipun pengunduran pemeliharaan major ini diakuinya meningkatkan risiko gangguan di mesin pembangkit.
Namun Ahmad Baihaqi berharap positif agar saat pemeliharaan Minor di bulan Agustus dan pemeliharaan Major di Oktober nanti, kondisi pembangkit lain di luar PT TJK yang sedang mengalami gangguan bisa berjalan normal.
Sehingga mengurangi pemadaman pada masyarakat.
"Kami juga kan tidak mau kalau nanti ada pemadaman yang dibilang jelek mesin kami. Padahal memang sudah saatnya kami perawatan major. Bagaimana dengan pembangkit yang lain di luar TJK," tuturnya.
Ahmad Baihaqi mengatakan terkait rencana PLTU tahap kedua tersebut, pihaknya juga sudah mengajukan proposal beberapa tahun Ialu.
"Proposal sudah diajukan, dan akan mengirimkannya kembali ke pihak PLN Batam karena Iahannya sudah tersedia, infrastruktur pendukung sudah siap. Tinggal persetujuannya saja, dan diharapkan dalam waktu sekitar dua tahun sudah bisa beroperasi," ucapnya.
Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 23 tahun 2014 dimana penambahan kapasitas pembangkitan pada pusat pembangkit tenaga listrik yang telah beroperasi di lokasi yang sama dapat dilakukan dengan mekanisme penunjukkan langsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/10082019ahmad-baihaqi-basyarah.jpg)