Keluarga Hartono Masuk Daftar 25 Keluarga Terkaya di Dunia, Diposisi Berapa?
Bloomberg baru-baru ini merilis daftar keluarga terkaya di dunia untuk tahun 2019.
TRIBUNBATAM.id - Bloomberg baru-baru ini merilis daftar keluarga terkaya di dunia untuk tahun 2019.
Di dalam daftar tersebut, ada sejumlah keluarga asal Asia yang masuk dala daftar keluarga paling tajir.
Dikutip dari Bloomberg, Minggu (11/8/2019), kekayaan keluarga itu, yang saat ini dipimpin oleh Hartono bersaudara Robert dan Michael, tercatat mencapai 32,5 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 461 triliun.
Bloomberg menyematkan kata "NEW" dalam pemeringkatan tersebut terhadap keluarga Hartono.
Artinya, keluarga Hartono baru masuk dalam daftar keluarga terkaya di dunia tersebut pada tahun ini.
• Inilah 5 Manfaat Tak Terduga Bawang Putih untuk Kesehatan
• Idul Adha, Takut Santap Daging? Yuk Turunkan Kolesterol dengan 10 Makanan Ini
• Bayar Tagihan Online di Ayopop Bisa Gunakan LinkAja
• Perang Dagang China-Amerika Serikat, Tiga Negara Ini Dapat Berkah
Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono pun merupakan orang terkaya di Indonesia.
Kekayaan Michael tercatat sebesar 18,4 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 261 triliun.
Sementara itu, Robert memiliki kekayaan mencapai 18,6 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 263,8 triliun.
Robert dan Michael meneruskan bisnis berupa pabrik rokok Djarum yang didirikan sang ayah, Oei Wie Gwan pada tahun 1951.
Bisnis Djarum pun kian menggurita, hingga menjadi salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia.
Tak hanya bisnis rokok, Grup Djarum juga memiliki bisnis lainnya, termasuk PT Bank Central Asia Tbk.
Selain keluarga Hartono, ada sejumlah keluarga Asia lainnya yang masuk dalam daftar keluarga terkaya di dunia versi Bloomberg.
Keluarga Al Saud, keluarga kerajaan Arab Saudi, menjadi keluarga Asia terkaya di dunia.
Berada di posisi keempat daftar Bloomberg, keluarga Al Saud memiliki kekayaan sebesar 100 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 1.418 triliun.
Kemudian, ada pula keluarga Ambani dari India yang berada di posisi 9 dengan kekayaan mencapai 50,4 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 715 triliun.
Ada pula keluarga Kwok dari Hong Kong yang berada di posisi 12 dengan kekayaan 38 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 539,1 triliun.
Lalu, keluarga Chearavanont dari Thailand pemilik konglomerasi Charoen Pokphand Group berada di posisi 13 dengan kekayaan mencapai 37,9 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 537,6 triliun. (Kompas.com/Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Daftar 10 Orang Paling Kaya di Indonesia Tahun 2019, Hartono Bersaudara Masih Tetap Nomor Satu
Baru-baru ini profil 10 Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2019 terungkap dengan memiliki kekayaan puluhan triliun hingga ratusan triliun.
Daftar 10 orang terkaya di Indonesia itu didominasi para pebisnis.
Mereka adalah pebisnis di berbagai bidang usaha.
Rata-rata, bisnis yang dijalankan lebih dari dua usaha.
Adapun orang miliarder dunia adalah mereka yang memiliki kekayaan pribadi minimal senilai 1 miliar dolar, atau sekitar 13 triliun rupiah (kurs Rp 13.000).
Siapa sajakah mereka?
Berikut daftar dan Profil nama-nama orang terkaya (data terakhir Desember 2018) di Indonesia yang dilansir dari situs berita bbc.com:
1. Robert Budi dan Michael Hartono dengan total kekayaan US$35 miliar (Rp 508 triliun)
Tibalah pada urutan pertama daftar orang kaya di Indonesia.
Dan nama Robert Budi Hartono dan Michael Hartono pun masih tetap bertengger di urutan pertama orang terkaya di Indonesia.
Sumber data bbc.com menyebutkan, sekitar 70% kekayaan duet berasal dari Bank Central Asia.
Adapun keluarga Hartono ini juga pemilik perusahaan produsen rokok, Djarum, elektronik Polytron dan real estate.
Selain itu, Robert Budi Hartono dan Michael Hartono juga ada di peringkat lima dalam daftar keluarga terkaya Asia 2017.
2. Susilo Wonowidjojo dengan total kekayaan US$9,2 miliar (Rp133 triliun)
Nama Susilo Wonowidjojo (62 tahun) naik ke peringkat dua karena meningkatnya harga saham Gudang Garam, perusahaan yang memproduksi sekitar 70 miliar batang rokok setiap tahunnya.
Adapun Susilo Wonowidjojo naik ke peringkat dua karena meningkatnya harga saham Gudang Garam, perusahaan yang memproduksi sekitar 70 miliar batang rokok setiap tahunnya.
Keluarga Wonowidjojo juga berinvestasi di kelapa sawit melalui Makin Group.
3. Eka Tjipta Widjaja dengan total kekayaan US$8,6 miliar (Rp 124 triliun)
Tahun ini kekayaan Eka Tjipta Widjaja (95 tahun) turun US$500 juta, sehingga Eka Tjipta pun turun ke peringkat tiga.
Kekayaan Eka Tjipta Widjaja berasal dari grup Sinar Mas yang bergerak di industri kertas, agrobisnis, telekomunikasi, real estate dan layanan finansial.
4. Sri Prakash Lohia dengan total kekayaan US$7,5 miliar (Rp 108 triliun)
Pada urutan ke-4 ada nama Sri Prakash Lohia (66 tahun).
Adapun Sri Prakash Lohia pindah ke Indonesia dari India pada tahun 1970-an.
Naik ke posisi empat seiring peningkatan harga saham Indorama Ventures, perusahaan petrokimia yang terdaftar di bursa Thailand.
Produk yang dihasilkan perusahaan Sri Prakash Lohia antara lain pupuk, bahan mentah tekstil dan sarung tangan medis.
5. Anthony Salim dengan total kekayaan US$5,3 miliar (Rp 76,9 triliun)
Pada urutan ke-5, Anthoni Salim (69 tahun) adalah kepala Grup Salim, yang memiliki lebih dari 50% saham Indofood.
Grup Salim memiliki pula firma investasi First Pacific di Hong Kong, pabrik roti di Singapura, dan perusahaan perdagangan di Cina. Kekayaannya tahun ini turun US$1,6 miliar.
6. Tahir dengan total kekayaan US$4,5 miliar (Rp 65 triliun)
Pada urutan ke-6, Tahir (66 tahun) adalah bos Mayapada Group, perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, rumah sakit, dan real estate.
Dia juga memiliki sebagian lisensi Forbes Indonesia yang menerbitkan daftar orang terkaya ini.
7. Chairul Tanjung dengan total kekayaan US$3,5 miliar (Rp 50,8 triliun)
CT Corp milik Chairul Tanjung (56 tahun) dikenal sebagai perusahaan pemilik stasiun TV, Bank Mega dan jaringan supermarket.
Perusahaan itu juga mengelola beberapa waralaba seperti Wendy's, Versace dan Mango.
8. Boenjamin Setiawan dan keluarga dengan total kekayaan US$3,2 miliar (Rp 46,4 triliun)
Pada urutan ke-8, Boenjamin (85 tahun) mendirikan Kalbe Farma tahun 1966 di garasi rumahnya hingga kini menjadi perusahaan farmasi terbesar di Indonesia.
Adapun Boenjamin Setiawan yang biasa disapa Dr Boen punya gelar doktoral bidang farmasi, dan juga memiliki 12 rumah sakit Mitra Keluarga.
9. Jogi Hendra Atmaja dengan total kekayaan US$3,1 miliar (Rp 45 triliun)
Pada urutan ke-9, Jogi Hendra Atmaja (72 tahun) memiliki Grup Mayora, salah satu produsen makanan terbesar di Indonesia yang menjual kopi, biskuit, permen dan lain-lain.
Adapun merek Mayora juga dijual di 90 negara di dunia dan mempekerjakan 30.000 orang.
10. Prajogo Pangestu dengan total kekayaan US$3 miliar (Rp 43,5 triliun)
Di urutan ke-10 ada nama Prajogo Pangestu (74 tahun).
Adapun Prajogo Pangestu adalah pemilik PT Barito Pacific dan Chandra Asri, yang merupakan produsen petrokimia terpadu terbesar di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/keluarga-hartono-masuk-dalam-keluarga-kaya-sedunia.jpg)