Pengungkapan Sabu 38,66 Kilogram Kanwil Kemenkum-HAM Bingung Akan Satresnarkoba Polresta Barelang

Kanwil Kemkumham Kepri bingung akan Satresnarkoba Polresta Barelang soal pengungkapan kasus sabu 38,66 kilogram.

Pengungkapan Sabu 38,66 Kilogram Kanwil Kemenkum-HAM Bingung Akan Satresnarkoba Polresta Barelang
TRIBUNBATAM.id/Endra Kapura
Humas Kanwil Kemkumham Kepri, Rinto Gunawan. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Kepulauan Riau (Kepri) menyampaikan PES alias PT  warga binaan Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas ll A Tanjungpinang dipinjam pihak kepolisian untuk pengembangan jaringan Narkotika.

Humas Kanwil Kemkumham Kepri, Rinto Gunawan yang dijumpai TRIBUNBATAM.id di ruang kerjanya merasa bingung AKAN hasil konferensi pers yang digelar oleh pihak kepolisian yang menyampaikan tersangka PES alias PT mengendalikan melalui Lapas.

"Makanya kita masih nunggu hasil dari kepolisian.

Tersangka itu mengendalikan bagaimana.

Laporan dari Lapas ll A Tanjungpinang menyampaikan, bersangkutan malah dipinjam pihak kepolisian untuk pengembangan," kata Rinto, Rabu (14/08/2019).

Rinto juga menyampaikan, bila tersangka benar-benar mengendalikan melalui Lapas maka pihaknya menginginkan kepolisian mengusut tuntas bagaimana cara tersangka melakukan pengendalian.

"Soalnya untuk ruang tahanan blok khusus narkotika itu kita pasang alat Jammer (penghilang sinyal)," sebut Rinto.

Polisi Ungkap Rio Reifan Ditangkap Lagi karena Narkoba, Sang Istri Malah Bilang Suaminya di Rumah

Suka Duka Kasat Resnarkoba Polresta Barelang Ungkap Kasus Sabu 38,66 Kg Bikin Haru

Warga Binaan Terlibat Jaringan Narkoba, Aktivis Anti Narkoba Soroti Kinerja Lapas Tanjungpinang

Ungkap Sabu 38,66 Kg, Suka Duka Kasat Resnarkoba Polresta Barelang Ungkap Kasus Ini Bikin Haru

Bila hasil pengembangan pihak kepolisian adanya oknum pegawai Lapas yang terlibat ikut serta membantu pengendalian narkotika akan ditindak tegas hingga pemecatan.

"Sesuai intruksi Presiden dan pusat untuk menindak tegas oknum pegawai yang nakal tersebut," ujar Rinto.

Menurut Rinto, memberikan hak tersangka yang terlibat kasus narkotika ketika ingin berkomunikasi dengan keluarga juga memiliki prosedur.

Halaman
12
Penulis: Endra Kaputra
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved