168 Kasus Karhutla, Kapolres Tanjungpinang Sudah Siapkan Tim Penegak Hukum Untuk Pelaku

Ada 168 kasus Karhutla di Kota Tanjungpinang selama 2019. Kapolres Tanjungpinang sudah siapkan tim penegak hukumnya.

168 Kasus Karhutla, Kapolres Tanjungpinang Sudah Siapkan Tim Penegak Hukum Untuk Pelaku
TRIBUNBATAM.id/Endra Kapura
Gelaran Focus Group Discussion (FGD) Polres Tanjungpinang dalam mencegah Karhutla (kebakaran hutan dan lahan di lantai 2 Ball Room Hotel Bintan Plaza Jalan MT. Haryono Kilometer 3, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebanyak 168 kasus selama 2019.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Pemadaman Kebakaran (Damkar) Kota Tanjungpinang Nanang Hery Kuswanto saat membawakan materi Focus Group Discussion (FGD) Kepolisian Resort (Polres) Kota Tanjungpinang, Kami (15/08/2019).

"Perlunya kesadaran, peran serta, dan dukungan dari masyarakat untuk membantu dalam menjaga lingkungan dari kebakaran sangat dibutuhkan," kata Nanang  saat FGD berlangsung di  Lantai 2 Ball Room Hotel Bintan Plaza Jalan MT. Haryono Kilometer 3, Kota Tanjungpinang.

Dia menyampaikan, pihaknya akan membentuk Barisan Relawan Kebakaran (Balakar) yang ditempatkan di masing-masing kelurahan.

Kebakaran Hutan Bintan, Petugas Damkar Kewalahan, Warga Bantu Padamkan Api dengan Alat Seadanya

BREAKING NEWS, Kebakaran Hutan Bintan, Senin (12/8/2019), Api Masih Dipadamkan, Selasa (13/8/2019)

Kebakaran Hutan Bintan Terjadi Berulang Kali, Pemkab Bintan Baru Gelar Rapat dengan Satgas Karhutla

Kebakaran Hutan di Bintan Terjadi Lagi, Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang Ancam Pelaku

"Bagi masyarakat yang mengetahui kebakaran dapat menghubungi Call Center Pemadam Kebakaran 077124949 serta memberi alamat yang jelas untuk mempercepat proses evakuasi," ucap Nanang.

Pemateri lainnya, Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan KASDAE dan Pemberdayaan Masyarakat UPT KPHP Unit IV Bintan/Tanjungpinang Andi Sandri menitikberatkan pada pengertian hutan, penjelasan fungsi hutan dan penjelasan perlindungan hutan serta konservasi alam sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara Republik Indonesia.

"Dalam Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, jelas tertuang pada pasal 69 ayat (1) huruf H bahwa, setiap orang dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, karena dapat dikenakan sanksi sesuai pasal 108 yang berbunyi, setiap orang yang melakukan pembakaran lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 ayat (1) huruf h dipidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)," tegas Andi.

Dia melanjutkan, dalam UU RI Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan juga dijelaskan sebagai berikut.

Pertama, pasal 50 ayat (3) huruf d,  setiap orang dilarang membakar hutan.

5 Bulan Jalani Pendidikan, Prada DP Bingung Vera Hamil 2 Bulan Tapi Tetap Berhubungan Sama Serli

Ramalan Zodiak Hari Jumat 16 Agustus 2019, Pisces Konflik, Taurus Tegang, Scorpio Ada yang Manfaatin

Sandiga Uno Jalan Kaki ke Sidang MPR, Tak Lagi Dapat Pengawalan dan Terjebak Macet

KECELAKAAN DI BATAM - Biasanya Bareng ke Kantor, Nurhalim Kaget Temannya Terlindas Trans Batam

Ke dua, pasal 78 ayat (3),  barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (3) huruf d, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

"Pasal 78 ayat (4),  barang siapa karena kelalaiannya melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (3) huruf d, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah)," jelas Andi  menegaskan kembali pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tanjungpinang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ucok Lasdin Silalahi menyampaikan, FGD ini merupkan wujud peran serta aktif Polres Tanjungpinang dalam menyikapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

 

Api yang membakar lahan di kawasan dekat permukiman warga di Rukun Tetangga (RT) 15/Rukun Warga (RW) 04, Jalan Kilometer 18 di belakang Hotel Miami Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai menjalar ke mana-mana. Warga pun membantu proses pemadaman dengan alat seadanya saja.
Api yang membakar lahan di kawasan dekat permukiman warga di Rukun Tetangga (RT) 15/Rukun Warga (RW) 04, Jalan Kilometer 18 di belakang Hotel Miami Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai menjalar ke mana-mana. Warga pun membantu proses pemadaman dengan alat seadanya saja. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)

"Kota Tanjungpinang diuntungkan dengan letak geografis yang mana semua wilayah dapat dijangkau.

Kita bisa meninjau dari sistem manejerial di pemerintahan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan ini.

Pemerintah pusat juga sudah memprioritaskan terkait dengan Karhutla," sebut Ucok.

Polres pun menerjunkan sebanyak 550 personel untuk dapat membantu menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

"Kepolisian telah mempersiapkan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dengan spesifikasi peralatan yang telah disiapkan Kepolisian Daerah (Polda) Kepri untuk meningkatkan kecepatan memadamkan Karhutla.

Kapolri Tito Karnavian Cecar Habis-habisan Irjen Pol Boy Rafli Amar dengan 5 Pertanyaan Tajam

KECELAKAAN MAUT DI BATAM - Identitas Pengendara Jupiter yang Tewas Saat Kecelakaan di Tiban

Dibakar Hidup-hidup dengan Bensin saat Amankan Demo, Aiptu Erwin Hingga Kini Masih KRITIS

KECELAKAAN DI BATAM - Lewat Lokasi Kecelakaan, Nurhalim Tak Sadar Temannya Tewas Terlindas Mobil

Polres Tanjungpinang juga telah mempersiapkan unit tindak penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Siapapun pelakunya kita tindak tegas," tegas Ucok.

"Karhutla menjadi perhatian kita semua.

Untuk itu mari kita saling bantu dan bahu-membahu dalam mencegah terjadinya Karhutla," tambah Ucok. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved