Selasa, 14 April 2026

WISATA SINGAPURA

Jadi Kota Termahal di Dunia, Begini Cara Singapura Membangun Rumah Rakyatnya

Singapura merupakan salah satu negara di Asia yang memiliki penduduk di kota yang terpadat. Namun begini cara Singapura menghadirkan hunian rakyatnya.

Instagram/anhthudsgn
Ilustrasi hunian di Singapore 

TRIBUNBATAM.id - Singapura adalah kota dengan penduduk yang padat namun dengan lahan daerah yang kecil untuk rakyatnya tinggal.

Menjadi kota termahal di dunia, Singapura dituntut harus bisa mengantur perbandingan tersedianya hunian untuk rakyat dengan lahan yang kecil.

Hampir seluruh negara di Asia juga mengalami problematika ini.

Pelanggan Batam Uji Coba PRIO PASS di Singapura, Sinyal Bagus dan tak Pernah Putus

Gratis XL PRIO Pass Selama di Malaysia dan Singapura, Khusus Pelanggan Medan dan Batam

Singapura dan Kepri Bersahabat Lama, Dibuktikan Dengan Adanya Kawasan Industri Batamindo

Progres Mengambil Alih Ruang Kendali Udara Kepri Dari Singapura, Berharap Bisa Selesai Tahun Ini

Singapura Tetap Jadi Tempat Termahal di Dunia, Ini Daftar Kota-kota Lainnya

Namun, apa yang dilakukan Pemerintah Singapura, setidaknya dapat dicontoh negara lain.

Negara ini memiliki Housing and Development Board (HDB) yang khusus mengurusi persoalan penyediaan hunian masyarakat.

Associate Principal Cities & Planning Lead Arup South East Asia, Tony Chan mengungkapkan, dalam merencanakan sebuah kawasan hunian, Singapura tidak pernah terlepas dari rencana pengembangan jaringan transportasi berbasis rel.

Hal serupa juga dilakukan Hong Kong. "Kalau anda melihat lahan di sekitar MRT, itu dimiliki HDB.

Sedangkan rusunawa yang ada di sekitarnya, itu dibangun swasta melalui proses tender," kata Chan dalam sebuah diskusi di Kementerian PUPR, Rabu (14/8/2019).

Secara konsep, ia menjelaskan, HDB membangun seluruh fasilitas publik yang dibutuhkan masyarkat dekat dengan stasiun MRT yang ada, seperti pusat perbelanjaan, restoran, rumah sakit, hingga sekolah.

Stasiun MRT itu sendiri tidak berdiri tunggal, melainkan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

Dengan demikian, masyarakat yang tinggal cukup jauh dari stasiun, bisa memiliki alternatif moda transportasi.

Cara ini, sebut Chan, cukup efektif untuk menggairahkan sektor properti di Negeri Singa tersebut. "Jadi stasiun MRT dirancang dengan mendekatkan pusat perekonomian.

Dengan dirancang sedemikian rupa, tinggi sekali permintaan rumah di sekitar stasiun," tambah Chan.

Efektivitas HDB dalam bekerja, sambung Chan, tidak terlepas dari segudang aturan yang dirancang pemerintah sehingga lembaga tersebut dapat berperan maksimal.

Masyarakat pun tidak perlu khawatir kesulitan mendapatkan hunian yang terintegrasi moda transportasi, karena sebagian besar lahan hunian yang ada dikuasai HDB.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved