DEMO HONG KONG

Ketegangan di Australia Meningkat, Perkelahian Massa Pro China dan Pro Hong Kong

Ketegangan massa unjuk rasa di Australia antara pro China dan pro Hong Kong makin meningkat. Perkelahian antara keduanya diwarnai amarah dan adu mulut

Ketegangan di Australia Meningkat, Perkelahian Massa Pro China dan Pro Hong Kong
Instagram/justoner_
Ilustrasi masa unjuk rasa Hong Kong 

TRIBUNBATAM.id - Di Australia, ketegangan massa unjuk rasa antara pro China dan pro Hong Kong terus meningkat.

Perkelahian kedua pihak pro China - pro Hong Kong diwarnai dengan amarah dan saling adu mulut. 

Terdapat pula aksi unjuk rasa dari pro China yang digelar di Sydney, pada Sabtu (17/8/2019), dengan berbaris lintasi kota sambil teriakkan "Satu China".

Demo Hong Kong Besar-besaran Kembali Disiapkan Minggu Besok, Target Massa 300 Ribu Orang

Demo Hong Kong Kembali Damai, Ribuan Guru Ikut Bergabung Protes Pemerintah

Rekomendasi 6 Restoran Dekat Bandara Internasional Hong Kong, Ada Kuliner India

Sektor Properti Hong Kong Terpukul, Apakah Imbas Protes dan Perang Dagang?

Beri Dukungan Polisi Hong Kong, Pemeran Mulan Ini Hendak Diboikot?

Para demonstran juga turut mengibarkan bendera China, dan membawa plakat bertuliskan pesan untuk mengakhiri aksi kerusuhan dan kekerasan di Hong Kong.

"Ada banyak aksi kekerasan dan demo keras di Hong Kong. Dan orang-orang Hong Kong menderita karenanya. Kami ingin menyuarakan seruan kami untuk perdamaian dan ketertiban di Hong Kong," kata Zhao, koordinator aksi dan pengacara yang berbasis di Sydney, kepada AFP.

Namun di antara massa demonstran pro-Beijing tersebut ada satu orang pendukung pro-demokrasi Hong Kong yang kemudian harus dikawal polisi setelah sempat dikepung massa demonstran yang marah.

Dengan Hong Kong yang masih terjebak dalam krisis oleh aksi protes massa pro-demokrasi selama lebih dari dua bulan, beberapa unjuk rasa sebagai bentuk dukungan telah digelar mahasiswa Hong Kong di kampus-kampus Australia.

Hal itu telah memancing amarah beberapa mahasiswa China daratan dan akhirnya menimbulkan konfrontasi dan perkelahian antara mahasiswa di kampus.

Aksi mahasiswa pro-Beijing itu telah mendapat pujian dari konsulat China di Brisbane, yang menyebutnya sebagai aksi "patriotisme spontan" oleh mahasiswa China.

Tanggapan pihak konsulat itu telah mendapar teguran keras dari pemerintah Canberra, yang memperingatkan kepada para diplomat untuk tidak merusak hal-hak dasar atau mendorong perilaku yang dapat mengganggu dan berpotensi menimbulkan kekerasan.

Halaman
12
Editor: Putri Larasati Anggiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved