WISATA SINGAPURA

Dubes RI Untuk Singapura Dukung Pengusaha Muda Indonesia Perbanyak Eskpor

I Gede Ngurah Swajaya, Duta Besar RI untuk Singapura menghimbau kepada pengusaha muda Indonesia lebih banyak melakukan ekspor produk potensial mereka.

Dubes RI Untuk Singapura Dukung Pengusaha Muda Indonesia Perbanyak Eskpor
Instagram/singaporeworld
Ilustrasi Singapura saat malam hari 

TRIBUNBATAM.idI Gede Ngurah Swajaya, Duta Besar RI untuk Singapura menghimbau kepada Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk lebih banyak melakukan ekspor produk potensial yang dimiliki.

I Gede Ngurah Swajaya menyampaikan hal ini saat diskusi bersama grup HIPMI demi memancing pengusaha muda Indonesia berkarya lebih maksimal lagi.

Menurut I Gede Ngurah Swajaya, para pengusaha muda Indonesia dituntut mampu mempresentasikan teknologi yang ada pada era ekonomi digital seperti sekarang dalam melakukan penetrasi pasar.

Demi Paket Gratis Roaming Internet, XL Gandeng 3 Operator Singapura

Melihat Budaya dan Sejarahnya, Ini 5 Hal Wajib Jika Pertama Kali ke Singapura

Ciptakan Universitas Berkualitas, Begini Cara Singapura Dongkrak Perguruan Tinggi

Foto-foto Warga Belakangpadang (Batam) Kibarkan Merah Putih di Laut, Berbatasan dengan Singapura

Tak Disangka Ratu Kecantikan Singapura Ini adalah Nenek dengan 5 Cucu

Tidak hanya pasar tradisional, tapi juga pasar non-tradisional.

"Juga bagaimana caranya produk-produk potensial yang dimiliki produsen yang barangkali anggota Hipmi bisa diakses informasinya dalam 24 jam x 7 hari sehingga akan terjadi tahap selanjutnya di mana yang disebut transaksi," ujar Swajaya dalam keterangan tertulis, September tahun lalu.

Swajaya mengatakan, aplikasi berbasis teknologi yang berkembang saat ini akan menjadi solusi bagi para wirausaha muda dalam mengatasi kendala-kendala yang terjadi.

Mereka tak perlu lagi mengikuti pameran setiap saat yang menghabiskan biaya cukup besar.

Penyaluran informasi mengenai produk ke kondimen di luar Indonesia juga lebih mudah dan efisien.

"Tidak perlu melakukan kunjungan ke luar negeri di mana akan menghabiskan biaya yang lumayan banyak hanya untuk bernegosiasi.

Jadi intinya dengan adanya teknologi ini kendala seperti keterbatasan komunikasi, akses pasar, logistik, dan sebagainya dapat terpecahkan,” kata dia.

Halaman
12
Editor: Putri Larasati Anggiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved