Satgas Karhutla Apel Gabungan di Mapolres Anambas, Kapolres Ancam Pelaku Karhutla 15 Tahun Penjara

Apel gabungan Satgas Karhutla berlangsung di Halaman Mapolres Anambas. Kepolres Anambas mengancam pelaku Karhutla dengan ancaman 15 tahun penjara

Satgas Karhutla Apel Gabungan di Mapolres Anambas, Kapolres Ancam Pelaku Karhutla 15 Tahun Penjara
TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman
Satgas kebakaran hutan & lahan Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri mengecek alat pendukung pemadam api di halaman Mapolres Anambas Senin (19/8/2019). Tribun/istimewa. 
TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Satuan tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kepulauan Anambas mengecek sarana prasarana pendukung untuk memadamkan api.
Berlokasi di Halaman Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Anambas di Pasir Peti Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (19/8) pagi, sejumlah perwakilan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar), hingga Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan Polisi hutan mencoba selang pemadam dan tanki yang dapat dibawa dengan cara dipanggul seperti tas. 
‎Selain itu, terdapat baju anti api lengkap sebanyak 5 buah, genset 2 unit, ‎ selang 2,5 inchi sebanyak 10 Gulung, Nozle sebanyak 10 buah dan selang penghisap sebanyak 2 unit yang digelar pada apel pagi itu.
Tidak hanya itu, ‎dua buah tanki air dengan kapasitas 1 ton didukung mesin pompa dan mobil double cabin juga dipersiapkan untuk mendukung Satgas Karhutla dalam bekerja. 
Pengecekan sarana dan prasarana itu dilakukan bersamaan dengan apel kesiapan personil di Mapolres Anambas. ‎
Dalam apel yang dipimpin oleh Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kapolres Anambas, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Junoto itu, ‎diikuti oleh anggota Komando Rayon Militer (Koramil) Tarempa sebanyak 1 regu.
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) membentuk Pos Komando (Posko) antiapi. Posko ini dibentuk dalam upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Tulang, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) membentuk Pos Komando (Posko) antiapi. Posko ini dibentuk dalam upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Tulang, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)
Anggota Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarempa, Kepolisian Resort (Polres Anambas) dan Satpol PP masing-masing menyiagakan ‎1 pleton. 
 
Kemudian anggota Damkar sebanyak 1 regu, Polisi Hutan sebanyak 1 regu, serta anggota Tagana sebanyak 1 pleton.
Potensi kebakaran hutan dan lahan memang perlu diantisipasi di Anambas.
Ini setidaknya pernah terjadi di Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas sekitar Maret 2019.
Jumlah titik api dan sebaran asap ini bahkan cukup mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Letung Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur. 
Dalam apel itu, Kapolres Anambas menyerukan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di Anambas.
Caranya adalah mulai dengan tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat, tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, hingga menghindari praktik membuka lahan dengan cara membakar hutan dan lahan. 
Api yang membakar lahan di kawasan dekat permukiman warga di Rukun Tetangga (RT) 15/Rukun Warga (RW) 04, Jalan Kilometer 18 di belakang Hotel Miami Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai menjalar ke mana-mana. Warga pun membantu proses pemadaman dengan alat seadanya saja.
Api yang membakar lahan di kawasan dekat permukiman warga di Rukun Tetangga (RT) 15/Rukun Warga (RW) 04, Jalan Kilometer 18 di belakang Hotel Miami Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai menjalar ke mana-mana. Warga pun membantu proses pemadaman dengan alat seadanya saja. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
Kurungan penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar bakal menjerat orang yang sengaja membakar hutan.
Ini sesuai dengan pasal 78 ayat 3 Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 1999.
"Kami juga menyerukan kepada masyarakat untuk tidak perlu ragu melaporkan kepada kepolisian apabila melihat ada kebakaran," ujar Kapolres Anambas melalui keterangan tertulis yang diterima TRIBUNBATAM.id Senin (19/8/2019) siang. 
Sekitar pukul 10 Waktu Indonesia Barat (WIB), pelaksanaan apel baru ‎selesai.
Hadir dalam apel kesiapan personil itu Ketua Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas, Komandan Lanal (Danlanal) Tarempa, Ketua Tagana Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepala Polisi Kehutanan Kabupaten Kepulauan Anambas, Kasatpol PP Kab. Anambas, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Tarempa, Kepala Satuan (Kasat) Damkar dan Perwira Penghubung Komando Distrik Militer (Pabung) Kodim 0318/Natuna. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)
Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved