125 Kasus Kebakaran Hutan di Bintan Selama 2019, Damkar Sampai Kewalahan Atasi Karhutla

Kasus kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bintan mencapai 125 kasus selama 2019. Damkar bahkan sampai kewalahan tangani kasus tersebut.

125 Kasus Kebakaran Hutan di Bintan Selama 2019, Damkar Sampai Kewalahan Atasi Karhutla
TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora
Kebakaran lahan terjadi lagi di wilayah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. 
TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Khusus Kecamatan Gunung Kijang,Teluk Bintan dan Toapaya mencatat Kasus kebakaran hutan dan lahan sepanjang tahun 2019 di Kabupaten Bintan mencapai 125 kasus.
 
Hal tersebut diketahui dari rekapitulasi data kebakaran hutan dan lahan yang ditangani mulai dari Januari hingga Agustus 2019.
 
Kepala UPT Damkar Khusus Kecamatan Gunung Kijang,Teluk Bintan dan Toapaya Nurwendi menuturkan, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bintan memang sudah sangat sering terjadi.
 
"Apalagi memasuki Juli hingga Agustus, kasus kebakaran hutan dan lahan semakin marak.
Bahkan dalam satu hari ada tiga titik kebakaran lahan di beberapa lokasi," terang Nurwendi, Minggu (18/8/2019).
 
Nurwendi juga menyebutkan, kasus kebakaran hutan dan lahan sangat disayangkan karena ada unsur kesengajaan oleh ulah manusia.
 
Ada masyarakat yang membakar sampah hingga apinya merambat tanpa diawasi; ada juga yang memang disengaja di bakar untuk membuka lahan.
 
Api yang membakar lahan di kawasan dekat permukiman warga di Rukun Tetangga (RT) 15/Rukun Warga (RW) 04, Jalan Kilometer 18 di belakang Hotel Miami Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai menjalar ke mana-mana. Warga pun membantu proses pemadaman dengan alat seadanya saja.
Api yang membakar lahan di kawasan dekat permukiman warga di Rukun Tetangga (RT) 15/Rukun Warga (RW) 04, Jalan Kilometer 18 di belakang Hotel Miami Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai menjalar ke mana-mana. Warga pun membantu proses pemadaman dengan alat seadanya saja. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
"Sungguh sangat disayangkan, sebab  kita terbilang saat itu kewalahan melakukan pemadaman di beberapa titik, walaupun memang dapat diatasi," keluh Nurwendi.
 
Dari kejadian itu, Wendi mengingatkan masyarakat agar tidak membakar hutan demi kepentingan membuka lahan. 
 
Selain itu, warga juga diminta untuk tidak membakar sampah sembarangan.
Jikalaupun ingin membakar sampah, mereka diminta untuk memperhatikan sampai api benar-benar padam.
 
"Tetapi kalau bisa masyarakat tidak usah membakar sampah, cukup dengan membuang sampah pada tempatnya," tutur Nurwendi.
 
 
Kebakaran lahan terjadi lagi di kawasan dekat permukiman warga di Rukun Tetangga (RT) 15, Tukun Warga (RW) 04 Jalan Kilometer 18 persis di belakang Hotel Miami Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Dari informasi di lapangan kebakaran itu terjadi sejak Senin (12/8/2019)sore. Namun hingga Selasa (13/8/2019), api belum juga dapat dipadamkan pleh petugas pemadam.
Kebakaran lahan terjadi lagi di kawasan dekat permukiman warga di Rukun Tetangga (RT) 15, Tukun Warga (RW) 04 Jalan Kilometer 18 persis di belakang Hotel Miami Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Dari informasi di lapangan kebakaran itu terjadi sejak Senin (12/8/2019)sore. Namun hingga Selasa (13/8/2019), api belum juga dapat dipadamkan pleh petugas pemadam. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
Dia juga berharap agar masyarakat bisa bekerja sama dengan petugas damkar untuk ikut serta menjaga hutan agar tidak terbakar, apalagi sejak Juli, cuaca panas sudah mulai menerpa wilayah Bintan.
 
"Mari kita jaga bersama-sama hutan kita yang ada di Bintan agar tidak terbakar lagi seperti tiga bulan yang lewat, kalau bukan dari kita yang menjaga siapa lagi," ajak Nurwendi. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved