Sabtu, 25 April 2026

Mahasiswa Papua di Batam Ketemu Walikota "Batam Adalah Rumah Kami"

Sejumlah mahasiswa Papua yang ada di Batam berkomitmen untuk menjaga Batam kedepan.

Penulis: Dewi Haryati | Editor: Eko Setiawan
tribunbatam.id/Dewi Haryati
Walikota Batam Foto Bersama Mahasiswa Papua di Batam dan Ormas 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Mahasiswa asal Papua di Batam komitmen, menjadikan Batam sebagai rumah mereka.

Layaknya kampung, tempat tinggal mereka di Papua. Karena itu, mereka akan ikut menjaga Batam supaya tetap aman dan damai.

"Mahasiswa Papua katakan, Batam is my home. Batam adalah rumah kita juga," kata Penasihat Mahasiswa Papua di Batam, Max Ebe kepada wartawan, Selasa (20/8) di lantai 4 Gedung Wali Kota Batam.

Menyikapi kejadian ricuh di luar Batam, ia menilai pentingnya nilai-nilai nasionalis tetap dikedepankan.

Persoalan yang terjadi antara Papua, dengan Surabaya dan beberapa daerah lain di Indonesia itu, menjadi pengingat akan adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bus Otonom yang Jalan Sendiri Tanpa Sopir Mulai Beroperasi di Sentosa, Singapura

Demo Pro Hong Kong Dikalahkan oleh Konvoi Mobil Fast and Furious pro-China di Kanada

VIDEO Wasit Salah Beri Kartu hingga Reaksi Patrich Wanggai di Laga Persija Jakarta vs Kalteng Putra

Putra Jokowi Gibran Rakabuming Balas Komentar Miring Soal Bisnisnya, Kaesang Pangarep Pun Ikut Bela

"Supaya kita jaga kesatuan Indonesia ini dengan seutuhnya," ujarnya.

Dari kejadian itu, masyarakat Papua maupun mahasiswa asal Papua yang ada di Batam berharap, bisa menjadi pelajaran ke depannya. Supaya lebih baik dari hari ini.

Diketahui, mahasiswa asal Papua yang kuliah di Batam berjumlah sekitar 50an orang.

Sedangkan masyarakat asal Papua sendiri yang sudah menjadi warga Batam saat ini, lebih kurang ada 30 KK (kartu keluarga).

"Kita berharap bisa menjaga hal-hal yang baik di sini," kata Max.

Saat pertemuan hari itu, Max juga mengingatkan pentingnya sinergi budaya yang ada di Batam.

Dari budaya yang mencermikan karakter masing-masing daerah itu pula, bisa dilihat adanya kesatuan bersama.

"Kalau bisa dikolaborasikan di Batam, Batam bisa jadi contoh bagi daerah lain," ujarnya. 

Walikota Ingatkan Koordinasi

 Sering-sering koordinasi. Itulah pelajaran berharga dari situasi yang terjadi di Surabaya dan Manokwari, Papua Barat, baru-baru ini.

"FPK (Forum Pembauran Kebangsaan) ini harus kita hidupkan, jadi sering koordinasi, supaya tak terjadi masalah seperti ini," kata Wali Kota Batam, Rudi, usai memimpin rapat menyikapi isu terkini di lantai 4 Gedung Wali Kota Batam, Selasa (20/8).

Ia mengatakan, jikapun masalah yang tak diinginkan itu terjadi, dengan seringnya koordinasi ini, informasinya bisa cepat sampai dan bisa cepat diselesaikan. Tidak sampai meluas.

"Kalaupun terjadi, cepat dikasih tahu, cepat kita selesaikan," ujarnya.

 Pengusaha Batam Amat Tantoso Kembali Akan Disidangkan Dalam Kasus Penikaman, Ini Agendanya

 42 Hari Gubenur Kepri Ditahan KPK, Ini Kenangan Terindah Penjaga Rumah Jabatan dengan Nurdin Basirun

 Warga Tolak Wacana Reklamasi di Kota Batam, “Kemana Nelayan Cari Rezeki”

Pada kesempatan itu, Rudi juga berpesan kepada masyarakat yang tinggal di Batam, agar menjaga Batam tetap aman. Dia menitipkan pesannya ini, kepada seluruh ketua paguyuban sosial yang hadir dalam rapat itu.

"Semua sudah sepakat dan saya sudah titip tadi, agar menyelesaikan masalah itu dari bawah. Kita sepakat sama-sama jaga Batam supaya aman dan damai," kata Rudi.

Selain sering koordinasi, ia menilai, juga perlu ditanamkan arti cinta tanah air, kebangsaan kepada generasi muda di tingkat sekolah, dan kegiatan-kegiatan lainnya terkait kebangsaan.

Minta Masyarakat Jaga Batam

Pasca rusuh di Surabaya dan Manokwari, Papua Barat, Pemerintah Kota Batam menggelar rapat koordinasi dengan unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), organisasi masyarakat, dan sejumlah paguyuban sosial yang ada di Batam.

Kegiatan berlangsung Selasa (20/8) sore hingga menjelang Maghrib di ruang lantai 4 Gedung Wali Kota Batam, di Jalan Engku Putri, Batam, Kepri. Rapat dipimpin langsung Wali Kota Batam, Rudi.

Pantauan Tribun, rapat juga diikuti sejumlah mahasiswa asal Papua yang mengenyam pendidikan di Batam. Dalam pertemuan hari itu, mereka yang hadir sepakat untuk menjaga situasi Batam tetap aman dan nyaman.

 Hasil Akhir Semen Padang vs Persela Lamongan, Brace Karl Max Bawa Kemenangan Kabau Sirah

 BREAKING NEWS, Mobil Ambulans RSUD Tarempa Anambas Alami Kecelakaan

 Hasil Akhir Bhayangkara FC vs PSIS Semarang, Bermain dengan 10 Pemain, Laga Berakhir Imbang

 Hasil Akhir Persija Jakarta vs Kalteng Putra, Macan Kemayoran Tekuk Kalteng Putra 3-0

"Mereka akan jaga Kota Batam," ujarnya.

 Bukan Bitcoin, Apa Itu Blockchain yang Bakal Diterapkan di Batam?

 Barbie Kumalasari Istri Galih Ginanjar Beri Bukti Tak Beli Iphone Second, Pamer Struk Rp 16 Juta

 Download Lagu MP3 Lover Taylor Swift, Lengkap dengan Lirik Lagu dan Terjemahan Bahasa Indonesia

 Bos Hotel Satria di Karimun Jadi Tersangka Penganiayaan. Aksi Pemukulan Billy Ternyata Terekam CCTV

Dari kericuhan yang terjadi itu, Rudi juga menekankan agar memandang suatu masalah tidak langsung pada masalahnya. Tetapi harus diselesaikan terlebih dahulu dengan pikiran tenang.

"Karena masalah itu belum tentu dari kita sendiri, bisa juga dari orang lain," kata Rudi. (wie)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved