TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Sudah 42 hari Gubernur Kepri non aktif H Nurdin Basirun berada dalam tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak diamankan dalam sebuah operasi tangkap tangan, Rabu (10/07/2019) lalu.
Pada waktu itu, sekitar pukul 19.00 Waktu Indonesia barat (WIB), di Rumh Dinas Gedung Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun diamankan KPK.
Gedung Daerah selama ini dijaga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepri.
Selama Nurdin bersama keluarga tinggal, kenangan sosok mantan Bupati Karimun ini masih terngiang dalam ingatan para penjaga gedung tersebut.
Kepala pengawas gedung Agus menyampaikan, Nurdin pribadi yang suka bercanda dan humoris.
"Beliau itu tidak pernah marah selama kami bertugas di sini.
Kalau dibecandain sering juga," kata Agus saat ditemui TRIBUNBATAM.id, Selasa (20/08/2019) sore.
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun membagikan uang kepada anak-anak saat berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, beberapa waktu lalu. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)
Dia mengenang kembali bagaimana kebiasaan Gubernur Kepri non aktif itu sewaktu masih menjabat.
Dia menceritakan, waktu itu seperti biasa dia mendapat kabar kalau Nurdin akan pulang ke kediamannya di kawasan Gedung Daerah.
"Kita nunggu kok gak datang datang.
Ternyata beliau udah di rumah.
Beliau rupanya naik mobil merek Inova.
Memang ada masuk inova hitam.
Kami kira pejabat lainnya.
Soalnya tampak sopir saja buka buka kaca dan bunyikan klakson mobil.
Selain itu, Nurdin juga sering kali tiba-tiba datang ke Pos Penjagaan Gerbang Pertama hanya untuk meminjam kendaraan roda dua untuk pergi ke masjid.
"Bapak bilang saya gak mau didampingi ajudan.
Cuman kita kan gak mungkin iyakan saja.
Kita koordinasi dengan ajudan dan pantau dari jauh aja," sebut Agus.
Bahkan kalau sore hari saat berada dalam keadaan tidak capek, Nurdin sering kali mengajak para anggota Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP) dan pekerja di Gedung Daerah tersebut untuk bermain takraw.
Gubernur Kepri Nurdin Basirun menghibur anak-anak korban kebakaran di belakang Baloi Persero Lubukbaja, Batam, Minggu (23/6/2019). (TRIBUNBATAM.id/Humas Pemprov Kepri)
"Bapak suka soalnya main takraw juga, bola juga suka, tapi seringnya rakraw sih," ujar Agus.
Hal yang membuat para Satpol PP takjub akan Nurdin dan keluarganya adalah setiap kali masuk gerbang dan keluar Gerbang Gedung Daerah, mereka selalu menyapa penjaga.
"Apalagi kalau adek-beradek bapak, sama anak-anaknya, sangat sopan sekali.
Tak pernah gak negur kami kalau jaga di pos," ucap Agus yang sangat bangga akan kerendahan hati Nurdin dan keluarganya.