HEADLINE TRIBUN BATAM
Presiden Jokowi Imbau Warga Papua: Pace, Mace, Maafkanlah
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau kepada masyarakat yang ada di Papua dan Papua Barat untuk mengedepankan sikap memaafkan.
Ia mengatakan pihaknya akan terus melakukan monitor terhadap situasi terkini baik di Manokwari maupun di Jawa Timur. Tjahjo menyatakan Kemendagri sudah membentuk tim dengan sejumlah pihak untuk melakukan monitoring tersebut.
“Kami bersama Kesbangpol, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, dan Forkompimda sudah membentuk tim monitoring sejak munculnya pernyataan di Malang dan aktivitas-aktivitas di Jawa Timur,” terang Tjahjo.
Tjahjo meminta para kepala daerah dan pejabat terkait untuk tidak mengumbar pernyataan yang bisa menyulut emosi warga dan memperkeruh situasi.
“Intinya satu, kami meminta pejabat dari gubernur, walikota, dan bupati beserta perangkat untuk tidak mengumbar pernyataan yang menimbulkan emosi warganya. Begitu juga tokoh masyarakat dan tokoh adat yang menjadi panutan masyarakat.”
Akibat semakin memanasnya situasi Tjahjo juga menunda pertemuan dengan Gubernur Papua, Papua Barat, dan Jawa Timur terkait masalah tersebut.
Tjahjo berharap para kepala daerah dapat mengendalikan wilayah masing-masing supaya kerusuhan dan ketegangan yang terjadi tak semakin memanas.
“Sebenarnya besok pagi kami mengundang kepala daerah terkait ke Jakarta, tapi tanggung jawab di wilayah masing-masing maka kami tunda dulu,” kata Tjahjo.
Tjahjo Kumolo mengatakan pihaknya akan segera melakukan pemanggilan dan klarifikasi atas beredarnya video Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen yang menyebut Papua sebagai tanah Israel kedua.
Pemanggilan akan dilakukan setelah situasi di Papua dan Papua Barat mereda yang kini tengah memanas menanggapi dugaan peristiwa persekusi dan rasisme mahasiswa Papua di Jawa Timur.
“Setelah situasi di Jayapura membaik maka kami akan minta klarifikasi atas pernyataan Sekda Papua,” ujar Tjahjo.
Tjahjo mengatakan pihaknya kini telah memiliki video yang dimaksud. “Dirjen Otonomi Daerah sudah punya videonya, nanti kan dipanggil,” kata Tjahjo.
Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar mengatakan Sekda Papua bisa diberi sanksi jika terbukti mengucapkan hal yang ada di dalam video tersebut.
“Kalau memang ada kealpaan melakukan hal tersebut maka akan ada pembinaan. Kami harus cek hal itu karena sekarang ada banyak rekayasa,” ujar Bahtiar.
Lebih jauh Tjahjo meminta ASN (Aparatur Sipil Negara) di Papua dan Papua Barat tak ikut aksi unjuk rasa memprotes dugaan persekusi dan rasisme terhadap mahasiwa asal Papua di Jawa Timur.
“Kami mengimbau ASN tidak ikut aksi demo, ASN di setiap tingkatan harus tetap bekerja memastikan pelayanan kepada maayarakat tetap berjalan. Kami sudah hubungi pemerintah daerah bahwa roda pemerintahan harus tetap jalan dari kecamatan sampai distrik, pelayanan masyarakat tak boleh berhenti. Mereka katakan kerusuhan hanya di kota saja dan tak ganggu aktivitas masyarakat,” ujar Tjahjo. (tribun network/fit/sen/zal/wly)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/headline-20-agustus-2019.jpg)