BATAM TERKINI

PT Foster Pindah dari Batam ke Myanmar, 1.166 Karyawan Kena PHK

PT Foster Electronic Indonesia tutup usaha di Batam dan pindah ke Myanmar. Dampaknya, 1.166 karyawan perusahaan yang di Batam sejak 28 tahun lalu.

PT Foster Pindah dari Batam ke Myanmar, 1.166 Karyawan Kena PHK
wahyu indri yatno
phk Karyawan 

Hingga saat ini pihak perusahaan tetap melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM)-nya melalui sistem online di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Pihak perusahaan sudah konfirmasi akan memindahkan pabrik usahanya yang ada di Batam ke SEZ Thilawa, Myanmar. Dan rata-rata kewajiban dengan pekerja yang diputus kerja, sudah selesai.

"Mereka stop operasi sejak Januari 2019 dan keputusan tutup dari kantor pusat masih belum diumumkan. Saat ini jumlah karyawan tinggal 7 orang untuk urusan administrasi," kata Ayung, sapaannya.

Diketahui, PT Foster Electronic Indonesia beroperasi sejak Maret 1991 di Batam. Adapun jumlah karyawan perusahaan hingga 2018, tercatat sebanyak 1.166 orang dan proses Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) berjalan dengan lancar.

Dari informasi, pabrik Foster sendiri ada di China dan yang paling besar ada di beberapa wilayah. Seperti Guangzhou, Nanning dan Heyuan.

2 Bangkai Dugong Terdampar di Pantai Batu Hitam Tanjungpinang, 3 Bulan Ada 3 Dugong Ditemukan Mati

Mindo Tampubolon Dipindahkan ke Lapas Pekanbaru Sejak Juli, Ini 2 Alasannya!

Selain itu, juga ada di Vietnam seperti di wilayah Da Nang dan Bac Ninh.

Sementara itu, soal pindahnya PT Foster ke negara lain, Ayung menyebut, faktor kenyamanan dalam berinvestasi termasuk pertimbangan investor di suatu negara pilihannya.

Bagi PMA (Penanaman Modal Asing), jika sudah tidak nyaman, pilihannya adalah relokasi ke tempat yang aman dan nyaman. Relokasi itu butuh waktu sekitar 3-5 tahun.

"Tahun ke 1-2 mereka akan survey lokasi dan flexibility study. Tahun ke-3 mulai pembangunan gedung produksi, tahun ke-4 melakukan testing and commissioning. Kemudian tahun ke-5 biasanya fully operasi," ujarnya.

Ketua Koordinator Wilayah Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, OK Simatupang mengatakan, apa yang terjadi dengan Foster, mestinya menjadi pelajaran berharga bagi pengambil kebijakan di pusat maupun daerah. Khususnya di bidang perizinan dan ketenagakerjaan.

HKI sangat prihatin dengan berhenti beroperasinya Foster di Batam. Diketahui, perusahaan itu sudah memulai usahanya di Batam sejak Maret 1991.

Halaman
1234
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved