BATAM TERKINI
Pasca Rusuh di Manokwari, Wali Kota Rudi Minta Komitmen Masyarakat Jaga Batam
Mahasiswa asal Papua di Batam komitmen, menjadikan Batam sebagai rumah mereka. Layaknya kampung, tempat tinggal mereka di Papua. Karena itu, mereka ak
Penulis: Dewi Haryati |
TRIBUNBATAM.id, BATAM- Mahasiswa asal Papua di Batam komitmen, menjadikan Batam sebagai rumah mereka.
Layaknya kampung, tempat tinggal mereka di Papua. Karena itu, mereka akan ikut menjaga Batam supaya tetap aman dan damai.
"Mahasiswa Papua katakan, Batam is my home. Batam adalah rumah kita juga," kata Penasihat Mahasiswa Papua di Batam, Max Ebe kepada wartawan, Selasa (20/8) di lantai 4 Gedung Wali Kota Batam.
Menyikapi kejadian ricuh di luar Batam, ia menilai pentingnya nilai-nilai nasionalis tetap dikedepankan. Persoalan yang terjadi antara Papua, dengan Surabaya dan beberapa daerah lain di Indonesia itu, menjadi pengingat akan adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Supaya kita jaga kesatuan Indonesia ini dengan seutuhnya," ujarnya.
• Rusuh Manokwari, Najwa Shihab Cari Pace Papua Pelantun Lagu Bugis
• Mahasiswa Papua di Batam Ketemu Walikota Batam Adalah Rumah Kami
• Presiden Jokowi Imbau Warga Papua: Pace, Mace, Maafkanlah
• Rusuh di Manokwari, Jokowi Akan Datang ke Papua, Inilah Agendanya
Dari kejadian itu, masyarakat Papua maupun mahasiswa asal Papua yang ada di Batam berharap, bisa menjadi pelajaran ke depannya. Supaya lebih baik dari hari ini.
Diketahui, mahasiswa asal Papua yang kuliah di Batam berjumlah sekitar 50an orang. Sedangkan masyarakat asal Papua sendiri yang sudah menjadi warga Batam saat ini, lebih kurang ada 30 KK (kartu keluarga).
"Kita berharap bisa menjaga hal-hal yang baik di sini," kata Max.
Saat pertemuan hari itu, Max juga mengingatkan pentingnya sinergi budaya yang ada di Batam. Dari budaya yang mencermikan karakter masing-masing daerah itu pula, bisa dilihat adanya kesatuan bersama.
"Kalau bisa dikolaborasikan di Batam, Batam bisa jadi contoh bagi daerah lain," ujarnya.
Rudi Tekankan Soal Koordinasi
ering-sering koordinasi. Itulah pelajaran berharga dari situasi yang terjadi di Surabaya dan Manokwari, Papua Barat, baru-baru ini.
"FPK (Forum Pembauran Kebangsaan) ini harus kita hidupkan, jadi sering koordinasi, supaya tak terjadi masalah seperti ini," kata Wali Kota Batam, Rudi, usai memimpin rapat menyikapi isu terkini di lantai 4 Gedung Wali Kota Batam, Selasa (20/8).
Ia mengatakan, jikapun masalah yang tak diinginkan itu terjadi, dengan seringnya koordinasi ini, informasinya bisa cepat sampai dan bisa cepat diselesaikan. Tidak sampai meluas.
"Kalaupun terjadi, cepat dikasih tahu, cepat kita selesaikan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/img-20190820-wa0003.jpg)