KPK Periksa Pejabat Pemprov Kepri di Mapolresta Barelang, Mantan Sekda Bintan Pun Ikut Diperiksa

KPK melanjutkan pemeriksaan saksi kasus gratifikasi Gubernur Kepri non aktif H Nurdin Basirun, mantan Sekda Bintan pun ikut dipanggil.

KPK Periksa Pejabat Pemprov Kepri di Mapolresta Barelang, Mantan Sekda Bintan Pun Ikut Diperiksa
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Kamis (22/12/2016). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kasus gratifikasi Gubernur Kepri non aktif H Nurdin Basirun beberapa waktu lalu terus menghadirkan kejutan baru.

Akibat kasus ini, beberapa pejabat daerah pun ikut dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Tercatat, hingga Kamis (22/8/2019), sebanyak 28 nama telah dipanggil KPK dalam agenda penyidikan perkara.

Satu nama di antaranya adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Lamidi.

Jubir KPK Febri Diansyah Pastikan Pemeriksaan Pejabat Pemprov Kepri Berakhir Jumat (23/8/2029)

KPK Warning Saksi Kasus Nurdin Basirun, Ingatkan Tidak Lakukan Hal Ini

KPK Periksa 7 Lagi Kepala Dinas Pemprov Kepri di Mapolresta Barelang Batam, Ini Nama-namanya

Jubir KPK Febri Ingatkan Kepala Dinas Pemprov Kepri Kooperatif, Jika Tidak Ada Risiko Hukum Pidana

Pada agenda terakhir pemeriksaan saksi, nama Lamidi turut muncul setelah Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, merilis nama-nama baru yang akan dimintai keterangan.

Lamidi sendiri saat ini tidak lagi menjabat sebagai Sekda Kabupaten Bintan.

Sekada Bintan Lamidi menyalami koleganya sesuai apel pagi di Pemkab Bintan, Selasa (6/9/2016). Ini menjadi apel terakhir dirinya sebagai Sekda Bintan sekaligus pamitan.
Sekada Bintan Lamidi menyalami koleganya sesuai apel pagi di Pemkab Bintan, Selasa (6/9/2016). Ini menjadi apel terakhir dirinya sebagai Sekda Bintan sekaligus pamitan. (tribunbatam/aminuddin)

Sejak era kepemimpinan Nurdin Basirun di Kepri, Lamidi telah menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepri.

Tak hanya dirinya, nama-nama pejabat daerah lainnya turut diperiksa KPK.

Saat dikonfirmasi Juru Biacara KPK Febri Diansyah menyebut agenda ini merupakan rangkaian proses penyidikan untuk mendalami dugaan penerimaan gratifikasi pada kasus tersangka Nurdin Basirun.

“Gratifikasi itu ada yang diduga berasal dari para pejabat dan pegawai organisasi perangkat daerah di Kepri.

Dampak Banyak Pendaki Hilang, Nepal Perketat Aturan Mendaki di Gunung Everest

Pulau Buntal Batam Tergerus Tambang Pasir, Anggota DPRD: Apapun Alasannya, Itu Ilegal!

Perang Status Instagram, Giliran Goo Hye Sun Bantah Minta Kepemilikan Rumah Ahn Jae Hyun

Penggemar Atta Halilintar Wajib Tahu! Ini 7 Fakta Seputar King of Youtube

Jadi memang kami masih melakukan pendalaman terkait ini,” kata Febri, Kamis (22/8/2019) malam.

Selain itu, Febri juga mengingatkan pada setiap saksi agar dapat kooperatif dalam menjalani pemeriksaan.

Tak segan-segan dia menyebut, jika para saksi memberikan keterangan yang tidak benar, tak tertutup kemungkinan, ada risiko hukum pidana akan diberikan.

Hingga berita ditulis, pemeriksaan saksi masih berjalan di Lantai 3 Markas Kepolisian Resort Kota (Mapolresta) Barelang Batam. (TRIBUNBATAM.id/Dipa Nusantara)

Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved